Iran: Masa Depan Afghanistan Harus Ditentukan oleh Rakyat Afghanistan

Teheran, Purna Warta – Duta Besar Iran untuk PBB menyatakan bahwa masa depan Afghanistan harus ditentukan oleh rakyat Afghanistan sendiri dan menjadi milik mereka, dan bahwa solusi apa pun yang dipaksakan dari luar tidak berkelanjutan maupun dapat diterima. Ia menambahkan: “Pihak berwenang saat ini merupakan realitas objektif di Afghanistan, dan komunitas internasional tidak punya pilihan selain berinteraksi dengan mereka.”

Baca juga: Presiden Iran: Era Unipolar Berakhir

Duta Besar dan Wakil Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengatakan bahwa masa depan Afghanistan harus ditentukan oleh rakyat Afghanistan sendiri dan menjadi milik mereka, dan bahwa solusi apa pun yang dipaksakan dari luar tidak berkelanjutan maupun dapat diterima.

“Pihak berwenang saat ini merupakan realitas objektif di Afghanistan, dan komunitas internasional tidak punya pilihan selain berinteraksi dengan mereka,” ujar Iravani saat berpidato di sidang PBB di New York.

Naskah lengkap pidato Iravani di PBB adalah sebagai berikut:

Pernyataan oleh

Yang Mulia Bapak Amir Saeid Iravani

Duta Besar dan Wakil Tetap

Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa

Sebelum Rapat Dewan Keamanan PBB

mengenai “Situasi di Afghanistan”

New York, 17 September 2025

Terima kasih, Bapak Presiden, atas penyelenggaraan pertemuan ini.

Kami mengapresiasi SRSG Ibu Otunbayeva atas pengarahannya yang berharga.

Kami menyimak dengan saksama pernyataan yang disampaikan oleh Ibu Hanifa Girowal.

Bapak Presiden,

Baca juga: ABC Menunda Tayangan Acara Bincang-bincang Setelah Pernyataan Politik Picu Debat Sensor

Republik Islam Iran menyampaikan simpati dan solidaritas yang mendalam kepada rakyat dan pihak berwenang Afghanistan setelah gempa bumi dahsyat baru-baru ini, yang secara tragis merenggut banyak nyawa. Sehubungan dengan hal ini, Iran telah segera memberikan bantuan kemanusiaan untuk mendukung penduduk terdampak dan siap untuk terus membantu Afghanistan mengatasi konsekuensi dari tragedi ini.

Kami memperhatikan laporan terbaru Sekretaris Jenderal (S/2025/554), yang memberikan informasi terkini tentang situasi di Afghanistan, termasuk kegiatan politik dan kemanusiaan PBB.

Sehubungan dengan laporan tersebut, saya ingin menyoroti poin-poin berikut:

Pertama, sebagai tetangga langsung Afghanistan—berbagi lebih dari 900 kilometer perbatasan bersama dan telah menampung jutaan pengungsi Afghanistan selama beberapa dekade—Iran memandang perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di Afghanistan terkait langsung dengan keamanan nasional kami dan stabilitas kawasan yang lebih luas. Untuk tujuan ini, Iran tetap terlibat aktif dengan otoritas de facto Afghanistan melalui inisiatif bilateral dan regional. Kami juga telah terlibat secara konstruktif dalam proses Doha di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan telah memainkan peran aktif dalam kelompok kerjanya.

Kedua, masa depan Afghanistan harus dipimpin dan dimiliki oleh Afghanistan. Solusi yang langgeng hanya dapat muncul melalui proses politik inklusif yang mencerminkan keragaman etnis dan politik negara tersebut. menghormati kedaulatannya, dan menjamin hak-hak semua warga Afghanistan, terutama perempuan dan anak perempuan. Solusi apa pun yang dipaksakan dari luar tidaklah layak dan berkelanjutan.

Ketiga, otoritas de facto (DFA) merupakan kenyataan di lapangan, dan komunitas internasional tidak punya pilihan selain terlibat dengan mereka. Keterlibatan yang konstruktif dan praktis sangat penting untuk mengatasi krisis kemanusiaan dan ekonomi yang sedang berlangsung dan terus mengancam stabilitas regional. Dalam hal ini, kami menekankan bahwa bantuan kemanusiaan tidak boleh dipolitisasi. Sanksi tidak boleh digunakan sebagai daya ungkit politik untuk menghalangi stabilisasi ekonomi atau keterlibatan dengan otoritas de facto. Aset Afghanistan yang dibekukan di luar negeri harus dilepaskan tanpa syarat untuk melayani rakyat. Demikian pula, mekanisme pengecualian larangan perjalanan bagi individu-individu yang ditunjuk Taliban tidak boleh dipolitisasi atau dieksploitasi untuk kepentingan politik sempit oleh anggota Dewan. Pemulihan penuhnya sangat penting, karena tetap menjadi alat vital untuk mendorong dialog dan memajukan pendekatan yang komprehensif dan konstruktif terhadap situasi di Afghanistan.

Keempat, Iran telah menanggung beban yang tidak proporsional selama beberapa dekade, menampung jutaan pengungsi dan migran Afghanistan, seringkali dengan dukungan internasional yang tidak memadai. Tanggung jawab kemanusiaan ini telah membebankan biaya yang signifikan pada masyarakat kita, membebani sumber daya dan infrastruktur, serta menciptakan tantangan keamanan dan lintas batas yang kompleks. Setelah agresi Israel terhadap Iran, tekanan-tekanan ini semakin meningkat. Iran tidak dapat terus memikul tanggung jawab ini sendirian dan oleh karena itu tidak punya pilihan selain memulangkan penduduk Afghanistan ilegal ke tanah air mereka. Penting untuk dicatat bahwa Iran telah secara aktif bekerja sama dengan otoritas de facto selama proses pemulangan untuk memastikan terpenuhinya persyaratan pemulangan yang aman dan bermartabat.

Bapak Presiden,

Iran sangat mendukung terwujudnya Afghanistan sebagai negara yang merdeka, bersatu, dan damai—bebas dari terorisme, konflik, dan narkotika. Kami menegaskan kembali komitmen teguh kami untuk Afghanistan yang stabil dan mandiri, dan akan terus bekerja sama erat dengan mitra regional dan internasional untuk mencapai tujuan ini. Afghanistan harus dibantu dalam mengadopsi langkah-langkah komprehensif untuk memberantas terorisme, membubarkan semua kelompok teroris tanpa terkecuali, dan mencegah penyalahgunaan wilayahnya terhadap negara-negara tetangganya, kawasan ini, dan sekitarnya.

Dan terakhir, Bapak Presiden, UNAMA memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan Afghanistan, dan kami menegaskan kembali dukungan kami terhadap mandat dan implementasinya yang efektif.

Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *