Teheran, Purna Warta – Iran dan Oman mengadakan pembicaraan tentang koordinasi pengaturan masa depan untuk mengatur lalu lintas maritim di Selat Hormuz, dengan diskusi yang berfokus pada keamanan pelayaran, hak kedaulatan kedua negara, dan implementasi MoU Islamabad, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri.
Baca juga: Menlu Iran Kecam Pelanggaran AS terhadap Nota Kesepahaman
Dalam komentarnya pada hari Minggu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menguraikan kunjungan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi ke Oman, dan mengatakan bahwa negosiasi di Muscat bertujuan untuk mengoordinasikan kedua negara pesisir Selat Hormuz mengenai pengaturan masa depan untuk administrasi lalu lintas maritim melalui jalur air strategis tersebut.
Ia mengatakan, para menteri luar negeri kedua negara bertemu untuk membahas koordinasi pengelolaan navigasi dan pelayaran di Selat Hormuz.
Baqaei mencatat bahwa pembicaraan tersebut dihadiri oleh delegasi hukum dan teknis dari kedua negara.
Menurut juru bicara tersebut, kedua belah pihak bertukar pandangan untuk menjamin keamanan dan keselamatan navigasi di Selat Hormuz dengan tetap menghormati hak kedaulatan kedua negara pantai, aturan hukum internasional yang berlaku, dan ketentuan Poin 5 nota kesepahaman Islamabad.
Iran telah menekankan bahwa pengaturan masa depan untuk pengelolaan lalu lintas maritim di Selat Hormuz harus dikembangkan melalui konsultasi antara kedua negara pesisir dan dengan mempertimbangkan perkembangan beberapa bulan terakhir, khususnya perang yang dilakukan rezim AS-Zionis dan konsekuensi keamanannya terhadap navigasi di jalur air strategis tersebut, katanya.
Baca juga: Presiden Iran Memperingatkan Upaya Mengganggu Kestabilan Kawasan
Baqaei menambahkan, Iran dan Oman sepakat untuk melanjutkan diskusi mereka baik di tingkat politik maupun teknis-hukum guna mencapai pemahaman bersama dalam menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Dia juga mencatat bahwa delegasi dari pemerintah Qatar menghadiri bagian dari diskusi tersebut, menggambarkan Qatar sebagai salah satu negara regional yang juga memainkan peran mediator dalam negosiasi AS-Iran baru-baru ini.


