Menlu Iran Kecam Pelanggaran AS terhadap Nota Kesepahaman

Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan meskipun Iran tetap berkomitmen terhadap Nota Kesepahaman Islamabad, Amerika Serikat terus melanggarnya.

Baca juga: Presiden Iran Memperingatkan Upaya Mengganggu Kestabilan Kawasan

“Iran sejauh ini menepati janjinya, tidak seperti Menteri Keuangan AS yang melanggar MoU,” tulis diplomat top Iran itu dalam sebuah postingan di X.

Araqchi mengacu pada langkah Departemen Keuangan AS yang menjatuhkan sanksi anti-Iran baru yang melanggar komitmen MoU.

“Pelanggaran itu menyusul pelanggaran dan kesalahan langkah lainnya yang dilakukan Amerika Serikat,” katanya.

“Pemeriksaan realitas: Hanya ada rasa saling menguntungkan,” tambah Araqchi.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menekankan bahwa kebijakan Republik Islam tetap berpijak pada prinsip “komitmen untuk komitmen”.

Berbicara dalam wawancara yang disiarkan televisi pada Jumat malam, Baqaei mencatat bahwa AS telah berulang kali melanggar berbagai klausul dalam memorandum 14 poin tersebut dalam 22 hari sejak penandatanganannya.

Dia secara khusus menyebut serangan AS terhadap Iran pada hari Rabu dan Kamis sebagai pelanggaran berat terhadap klausul pertama dan kedua memorandum tersebut, yang menyerukan diakhirinya operasi militer.

Baca juga: Upacara Peringatan Direncanakan sebagai Penghormatan kepada Pemimpin Martir

Dia juga mengecam pencabutan izin penjualan minyak Iran dan penerapan sanksi baru sebagai pelanggaran lebih lanjut terhadap klausul keringanan sanksi.

Baqaei menekankan bahwa Iran selalu menegaskan bahwa mereka tidak akan melaksanakan komitmen apa pun tanpa tindakan timbal balik.

“Jika pihak lain melanggar komitmennya, Republik Islam Iran akan mengambil tindakan yang diperlukan, dan hal itu telah dilakukan. Pendekatan ini akan terus berlanjut di masa depan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *