Teheran, Purna Warta – Keputusan akhir tentang aksesi Teheran ke Pemberantasan Pendanaan Terorisme (CFT) dan Konvensi PBB terhadap Kejahatan Terorganisir Transnasional (alias Konvensi Palermo) berada dalam lingkup Dewan Kebijaksanaan Iran, kata seorang juru bicara.
Baca juga: Iran dan Arab Saudi Bertukar Pandangan tentang Kerja Sama Budaya
Berbicara kepada wartawan pada konferensi pers pada hari Sabtu, juru bicara Dewan Konstitusi Iran mengatakan rencana negara tersebut untuk bergabung dengan kebijakan CFT dan Konvensi Palermo telah diratifikasi oleh Parlemen Iran.
Mempertimbangkan bahwa Dewan Konstitusi telah menyatakan pandangannya tentang konvensi tersebut, keputusan akhir telah diserahkan kepada kebijaksanaan Dewan Kebijaksanaan menurut sistem hukum Iran, Hadi Tahan Nazif menambahkan.
Memerangi Pendanaan Terorisme (CFT) melibatkan penyelidikan, analisis, pencegahan, dan penanggulangan sumber pendanaan untuk kegiatan yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan politik, agama, atau ideologis melalui kekerasan dan ancaman kekerasan terhadap warga sipil.
Konvensi PBB terhadap Kejahatan Terorganisasi Transnasional juga diadopsi oleh resolusi Majelis Umum 55/25 pada bulan November 2000. Konvensi ini dikenal sebagai instrumen internasional utama dalam memerangi kejahatan terorganisir transnasional. Konvensi ini dibuka untuk ditandatangani oleh negara-negara anggota pada konferensi politik tingkat tinggi yang diadakan untuk tujuan tersebut di Palermo, Italia, pada bulan Desember 2000.


