Jakarta, Purna Warta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara perihal pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin gaji TNI dan Polri membaik supaya aparat tidak memeras rakyat lagi.
Saat ditanya apakah itu merupakan sinyal bahwa Prabowo akan menaikkan gaji tentara dan polisi, Prasetyo tidak memberikan jawaban yang lugas.
“Sesungguhnya kita ingin semuanya membaik,” ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurut Prasetyo, kenaikan gaji sebenarnya merupakan bentuk apresiasi bagi TNI dan Polri dalam menjalankan tugasnya. Dia pun mengungkit Prabowo yang langsung menaikkan gaji hakim ketika baru menjabat Presiden.
Namun, Prasetyo menekankan bahwa kenaikan gaji aparat negara juga harus menyesuaikan kemampuan fiskal pemerintah.
Oleh sebab itu, pemerintah tengah menggenjot penerimaan dari berbagai aspek, termasuk melalui Danantara dan kebijakan ekspor satu pintu untuk mengurangi praktik under invoicing, under reporting, dan transfer pricing.
“Itulah oleh karena semua menyesuaikan dengan fiskal kita. Makanya kita harus mendorong ekonomi,” kata Prasetyo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa tentara, polisi, guru, dokter, perawat, dan pegawai negeri butuh gaji yang layak agar tidak korupsi atau memeras rakyat. Hal ini disampaikan dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).


