Jakarta, Purna Warta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini memastikan bahwa implementasi Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto tercermin dalam setiap sektor pemerintahan, termasuk dalam rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) yang dijaga objektivitasnya. Rini menyatakan bahwa Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dilakukan secara ketat dan objektif guna menghasilkan kader ASN yang kompeten.
Baca juga: Pajak PBB P2 di Jombang Naik hingga 1.202 Persen
Saat meninjau pelaksanaan SKD sekolah kedinasan di Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bandung pada Rabu (13/8/2025), Rini mengungkapkan, “Proses seleksi ini sejalan dengan arahan Presiden dalam Asta Cita, khususnya penguatan pembangunan SDM dan percepatan reformasi birokasi. Kita ingin membentuk ASN yang adaptif, profesional, dan berdampak nyata.”
SKD sekolah kedinasan, serupa dengan seleksi ASN lainnya, menggunakan metode computer assisted test (CAT). Penerapan CAT yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun ini menjamin objektivitas nilai karena hasilnya dapat dilihat secara real-time. Selain itu, sistem CAT juga efektif untuk mencegah kecurangan, seperti penggunaan joki CPNS atau praktik nepotisme. Rini menjelaskan bahwa peninjauan yang dilakukannya bertujuan untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan ketat sehingga celah kecurangan dapat ditutup.
“Harapannya, seleksi ini melahirkan aparatur yang profesional, berintegritas tinggi, dan siap memberikan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat,” harap Rini.
Sebanyak 1.559 peserta di Bandung mengikuti SKD sekolah kedinasan. Mereka mengerjakan 110 soal yang terbagi menjadi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dalam waktu 100 menit.
Pelaksanaan SKD sekolah kedinasan tahun ini dijadwalkan dari 11 hingga 26 Agustus 2025, dengan pengumuman hasil oleh instansi masing-masing pada 27 hingga 31 Agustus 2025. Seleksi lanjutan akan diselenggarakan pada 15-16 September 2025, dan pengumuman kelulusan akhir oleh kementerian/lembaga penyelenggara akan dilakukan pada 7-18 September 2025.
Baca juga: Bea Cukai dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan Pakaian dan Tas Bekas Ilegal di Tanjung Priok
Pada tahun 2025, pemerintah membuka seleksi untuk tujuh sekolah kedinasan dengan total kebutuhan 3.252 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Rini menekankan komitmen Kementerian PANRB untuk memperkuat sinergi dengan seluruh instansi dalam mencetak ASN yang berintegritas dan siap mengabdi.
“Presiden selalu menegaskan bahwa pembangunan SDM adalah prioritas utama bangsa, dan itu harus kita mulai sejak awal seleksi yang transparan, adil, dan akuntabel,” pungkas Rini.


