Delapan Warga Palestina Tewas di Gaza saat Pelanggaran Gencatan Senjata Israel Berlanjut

8 Palestina

Al-Quds, Purna Warta – Delapan warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir ketika operasi militer Israel terus berlanjut di seluruh Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Dalam laporan harian korban yang dirilis pada hari Sabtu, kementerian tersebut menyatakan bahwa delapan orang tewas selama periode pelaporan terbaru, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan Israel sebelumnya. Salah satu korban tewas lainnya adalah jenazah yang ditemukan dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur.

Pejabat medis di Rumah Sakit Nasser mengidentifikasi anak tersebut sebagai Walid Youssef Abu Jazar, yang meninggal akibat luka yang dideritanya beberapa hari sebelumnya dalam serangan Israel di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis di Gaza selatan. Kematian tersebut termasuk dalam angka korban terbaru yang dirilis oleh kementerian.

Kementerian kesehatan melaporkan bahwa jumlah korban terbaru tersebut membawa total warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober 2025 menjadi 1.038 orang, sementara 3.329 lainnya terluka dalam periode yang sama. Disebutkan pula bahwa tim penyelamat telah menemukan 786 jenazah dari bawah bangunan yang runtuh dan lokasi lainnya sejak gencatan senjata dimulai.

Kementerian itu menyatakan bahwa banyak korban masih diduga terjebak di bawah reruntuhan atau berada di wilayah yang tidak dapat dijangkau oleh ambulans dan tim pertahanan sipil akibat masih berlangsungnya aktivitas militer dan rusaknya infrastruktur.

Menurut data kementerian tersebut, total korban tewas akibat perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.051 orang, dengan 173.437 orang dilaporkan terluka.

Sementara itu, operasi militer Israel terus berlanjut di Gaza bagian tengah meskipun terdapat gencatan senjata. Warga setempat melaporkan bahwa tank-tank Israel, disertai satu buldoser militer, maju ke arah timur Deir al-Balah dan barat daya Al-Maghazi di bawah tembakan hebat.

Saksi mata mengatakan bahwa pasukan Israel memindahkan penghalang beton yang menandai apa yang disebut sebagai “garis kuning”, memperluas wilayah yang berada di bawah kendali militer Israel dan semakin membatasi akses warga Palestina ke wilayah sekitarnya.

Pada awal pekan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pasukan Israel saat ini menguasai sekitar 70 persen Jalur Gaza meskipun gencatan senjata masih secara resmi berlaku.

Gerakan perlawanan Palestina Hamas menyatakan bahwa Israel berulang kali melanggar gencatan senjata melalui serangan militer yang terus berlanjut, perluasan wilayah, dan blokade terhadap Gaza. Hamas juga menyerukan agar para mediator internasional menekan Tel Aviv untuk menghentikan pelanggaran tersebut, termasuk serangan terhadap warga sipil dan perluasan wilayah yang berada di bawah kendali militer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *