Jakarta, Purna Warta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah menyiapkan sistem penerbitan akta kelahiran yang dilakukan secara digital, di mana dokumen akta kelahiran akan dikirim langsung ke alamat surat elektronik atau e-mail orangtua si bayi.
Baca juga: Prabowo: Indonesia Layak Tampil di Piala Dunia 2030, Pemerintah Siap Dukung Penuh PSSI
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, dengan sistem ini, Kementerian Kesehatan akan menginformasikan kelahiran seorang bayi ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri yang akan menerbitkan akta kelahiran secara digital.
“Setiap anak-anak yang lahir di fasilitas kesehatan Kementerian Kesehatan, baik di rumah sakit pusat, rumah sakit daerah, puskesmas, kita connect. Begitu dia lahir maka nanti Dukcapil, dari Kemenkes menyampaikan informasi kepada Dukcapil,” kata Tito di Menara Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026).
“Dukcapil nanti akan mengeluarkan langsung surat akte kelahirannya online. Bisa disampaikan, bisa di-email ke orang tuanya atau ke nomor email yang diberikan oleh orangtuanya, karena enggak semuanya punya email,” imbuh dia.
Tito menargetkan sistem ini dapat mulai diberlakukan pada Jumat pekan ini setelah proses integrasi dengan Kemenkes dilakukan.
Menurut dia, sistem ini akan memudahkan para orangtua bayi dibandingkan sistem yang berlaku saat ini, di mana orangtua harus datang ke kantor Dukcapil untuk mengurus administrasi tersebut.
“Itu terobosan, dan ini akan memberikan pelayanan yang baik, praktik baik kepada masyarakat. Itu yang ditunggu-tunggu masyarakat, seperti itu,” kata dia.
Baca juga: Prabowo Usul Kembali ke Atap Ijuk dan Rumbai Gantikan Seng
Selain mempercepat penerbitan akta kelahiran, digitalisasi dan integrasi data dengan Kementerian Kesehatan juga membuat proses di Dukcapil menjadi lebih transparan sehingga tidak ada lagi oknum yang dapat meminta pungutan dalam pembuatan akta kelahiran.
“Yang jelas, teman-teman Dukcapil nggak bisa main-main lagi nih, orang yang mau buat akte kelahiran di-duitin, janganlah,” ujar Tito.


