Al-Quds, Purna Warta – Dokumen baru yang bocor dari sebuah perusahaan pertahanan Israel mengungkap bahwa Israel telah menjual pesawat nirawak (drone) strategis dan sistem persenjataan canggih kepada Uni Emirat Arab (UEA).
Dilansir surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa sebuah kelompok peretas berhasil mengakses akun surat elektronik pribadi salah seorang pejabat senior perusahaan pertahanan Elbit Systems dan kemudian memublikasikan sejumlah dokumen tersebut di internet.
Hasil penyelidikan terhadap dokumen yang bocor menunjukkan adanya korespondensi rahasia terkait pengadaan drone canggih dan amunisi berpemandu presisi, yang disebut mencerminkan eratnya hubungan keamanan dan pertahanan antara Israel dan Uni Emirat Arab.
Berdasarkan dokumen tersebut, Uni Emirat Arab meminta Elbit Systems untuk segera memasok enam unit drone Hermes 900, yakni pesawat nirawak canggih yang digunakan untuk misi intelijen dan serangan serta menjadi salah satu komponen penting dalam kemampuan tempur modern.
Dokumen itu juga menunjukkan adanya rencana yang lebih luas untuk meningkatkan jumlah armada tersebut menjadi 45 unit pesawat yang tergabung dalam 15 sistem operasional lengkap, dengan nilai keseluruhan kontrak mencapai sekitar 1,3 miliar dolar AS.
Selain kontrak drone, dokumen yang bocor juga mengungkap proyek persenjataan lain yang mencakup produksi 6.000 kit bom berpemandu hanya dalam waktu tiga bulan.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sebelumnya Israel telah memasok sejumlah sistem pertahanan udara canggih kepada Uni Emirat Arab, termasuk sistem Iron Dome serta sistem pertahanan laser Magen Or.
Hubungan pertahanan antara Israel dan Uni Emirat Arab berkembang pesat sejak kedua negara menormalisasi hubungan diplomatik melalui Abraham Accords pada 2020. Sejak saat itu, kerja sama di bidang keamanan, teknologi, intelijen, siber, dan industri pertahanan dilaporkan terus meningkat, meskipun sebagian besar rinciannya tidak dipublikasikan secara resmi.
Hermes 900 merupakan salah satu drone buatan Elbit Systems yang digunakan untuk misi pengintaian, pengawasan, akuisisi sasaran, dan serangan. Drone ini memiliki daya jelajah yang panjang dan mampu membawa berbagai jenis sensor maupun persenjataan, sehingga telah digunakan oleh sejumlah negara untuk operasi militer dan keamanan perbatasan.
Elbit Systems merupakan salah satu perusahaan pertahanan terbesar di Israel yang memproduksi berbagai sistem persenjataan, termasuk drone, sistem peperangan elektronik, amunisi berpemandu, kendaraan tanpa awak, serta teknologi komando dan kendali. Produk-produknya diekspor ke berbagai negara di dunia sesuai dengan persetujuan pemerintah Israel.
Sementara itu, Iron Dome adalah sistem pertahanan udara yang dirancang untuk mencegat roket dan proyektil jarak pendek, sedangkan Magen Or (Iron Beam) merupakan sistem pertahanan berbasis laser yang dikembangkan untuk menghadapi ancaman roket, mortir, drone, dan rudal dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan rudal pencegat konvensional.
Kerja sama pertahanan antara Israel dan Uni Emirat Arab menjadi perhatian berbagai pihak karena mencerminkan perubahan lanskap keamanan di Timur Tengah pasca-Abraham Accords. Selain kerja sama bilateral, kedua negara juga dilaporkan memperluas kolaborasi di bidang teknologi militer, pertahanan siber, intelijen, dan pengembangan sistem pertahanan udara regional.


