Iran Peringati Dua Tahun Gugurnya Ismail Haniyeh, Serukan Tindakan Internasional terhadap Impunitas Israel

Ismail Haniya

Tehran, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Iran memperingati dua tahun wafatnya mantan Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, dengan menyerukan tindakan segera dari masyarakat internasional untuk mengakhiri apa yang disebut sebagai impunitas Israel atas berbagai kejahatan terhadap rakyat Palestina.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Iran memberikan penghormatan kepada Haniyeh dan menyebutnya sebagai “pemimpin pemberani Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) serta salah satu pejuang pelopor bagi kebebasan dan martabat Palestina” yang, menurut pernyataan tersebut, gugur “di tangan para pelaku pendudukan dan genosida” dua tahun lalu.

Pernyataan itu menyebut bahwa Republik Islam Iran, bersama poros perlawanan global terhadap penindasan, pendudukan, dan kolonialisme, serta sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina yang disebut “tabah dan bermartabat”, akan terus mengenang Haniyeh dan tetap berkomitmen pada apa yang disebut sebagai “jalan perjuangan melawan penindasan dan pendudukan rezim Zionis pembunuh anak-anak.”

Menurut pernyataan tersebut, perjuangan akan terus berlanjut hingga rakyat Palestina memperoleh hak untuk menentukan nasib sendiri, pembebasan wilayah Palestina yang diduduki, serta pembentukan negara Palestina yang merdeka dengan Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kotanya.

Kementerian Luar Negeri Iran juga menekankan perlunya langkah “segera dan efektif” dari masyarakat internasional serta negara-negara Muslim untuk mengurangi penderitaan warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Selain itu, pernyataan tersebut menegaskan adanya tanggung jawab hukum dan moral seluruh negara untuk menghadapi impunitas Israel serta membawa pihak-pihak yang disebut bertanggung jawab atas kejahatan terhadap warga Palestina ke hadapan proses hukum.

Menurut pernyataan tersebut, Ismail Haniyeh tewas dalam serangan yang dituding dilakukan Israel pada 31 Juli 2024 saat berada di Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *