Washington, Purna Warta – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengumumkan telah menandatangani sejumlah kontrak untuk meningkatkan kapasitas produksi rudal pencegat, termasuk melipatgandakan produksi rudal Patriot hingga tiga kali lipat dan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) hingga empat kali lipat.
Dilansir Kantor RT (Russia Today), Pentagon pada Senin menyatakan bahwa pihaknya telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan pertahanan Lockheed Martin dan Northrop Grumman guna memperluas kapasitas produksi komponen sistem pertahanan rudal.
Menurut pernyataan tersebut, kontrak-kontrak baru itu bertujuan meningkatkan produksi rudal pencegat Patriot hingga tiga kali lipat dan rudal THAAD hingga empat kali lipat guna memperkuat kemampuan pertahanan udara dan rudal Amerika Serikat.
Sebelumnya, Channel 13 Israel menayangkan laporan yang mengungkap adanya kemungkinan kekurangan persediaan rudal pencegat di Amerika Serikat. Laporan itu menyebut kondisi tersebut diduga memengaruhi pertimbangan Presiden Donald Trump dalam mengambil keputusan untuk meredakan konfrontasi dengan Iran.
Laporan tersebut juga mengutip peringatan dari sejumlah pejabat militer Amerika Serikat yang menyatakan bahwa persediaan rudal pencegat yang tersisa tidak lagi cukup untuk melindungi seluruh kepentingan strategis Amerika Serikat dan Israel secara bersamaan.
Sementara itu, Fox News, mengutip hasil analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS), melaporkan bahwa stok rudal pencegat THAAD milik Amerika Serikat menurun dari sekitar 452 unit sebelum perang menjadi kurang dari 278 unit.
Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa persediaan rudal pencegat Patriot Amerika Serikat turun dari sekitar 2.300 unit sebelum perang menjadi kurang dari 827 unit.


