Jakarta, Purna Warta – Bank Indonesia (BI) mengklarifikasi bahwa Payment ID belum akan diluncurkan pada bulan Agustus ini. Sistem yang sempat disebut akan digunakan untuk mencatat semua transaksi masyarakat ini masih dalam tahap uji coba.
Baca juga: Mantan Menag Yaqut Dicegah KPK ke LN, Tegaskan Akan Patuhi Proses Hukum
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, Dicky Kartikoyono, di Jakarta Pusat. “Sampai hari ini belum ada yang namanya Payment ID. Kita masih sandbox, uji coba, piloting, gitu ya. Itu yang masih kita kerjakan di BI,” kata Dicky.
Menurut Dicky, uji coba sistem Payment ID akan dilakukan pada September 2025. Uji coba ini akan berfokus pada penyaluran bantuan sosial (bansos) nontunai bersama pemerintah. Program bansos nontunai sendiri merupakan kewenangan pemerintah, dan BI berperan membantu dalam uji coba.
“Hal terkait uji cobanya adalah bansos nontunai, itu masih diuji coba. Bansos nontunai akan ada program barunya oleh pemerintah di bulan September ada rencana di-launching di Banyuwangi. Itu yang kita bantu melakukan uji coba. Uji cobanya sekadar melakukan identifikasi apa yang selama ini BI sudah punya,” ujar Dicky.
Baca juga: Program TEKAD: Membangun Papua dari Kampung dengan “Superteam”
BI juga menjamin kerahasiaan data transaksi masyarakat. Data pribadi akan tetap aman dan hanya dapat digunakan dengan persetujuan dari pemilik data. “Setiap data individu kalau di sistem keuangan harus dengan konsen, harus dengan persetujuan dari pemilik datanya, tidak bisa sembarangan. Itu backbone-nya bisnis kepercayaan yang namanya perbankan,” kata Dicky.
Klarifikasi ini muncul setelah sebelumnya Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dudi Dermawan, sempat menyatakan bahwa Payment ID akan diluncurkan pada 17 Agustus 2025. “17 Agustus nanti akan keluar yang namanya Payment ID. Payment ID ini sangat powerful,” ujar Dudi.


