Jakarta, Purna Warta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal pembangunan di Tanah Papua.
Baca juga: Bank Jakarta Salurkan Bantuan Sosial PKD untuk 56.351 Penerima Baru
Dalam agenda Tatap Muka bersama Kepala Suku dan Tokoh Masyarakat Papua di Kantor Gubernur Papua Tengah, Yandri menyampaikan bahwa program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) menjadi salah satu bukti nyata kecintaan pemerintah kepada masyarakat Papua.
Menurut Yandri, program TEKAD diyakini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi di Papua. Program ini secara khusus menyasar enam belas kabupaten dan berfokus pada pemberdayaan warga kampung, termasuk perempuan dan kelompok rentan lainnya. Tujuannya adalah memastikan seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pemerataan pembangunan.
“Di tanah Papua ini setidaknya ada enam belas Kabupaten yang kami sasar dengan program Kampung Ekonomi Terpadu atau TEKAD. Mudah-mudahan program ini bisa meningkatkan sumber daya manusia dan ekonomi dengan baik,” jelas Yandri, dalam keterangan tertulis.
Untuk mendukung keberhasilan program ini, pihaknya menyediakan pendampingan dan fasilitasi dari tenaga ahli dan fasilitator terlatih. Mereka bertugas membantu masyarakat desa dalam menjalankan program dan mengatasi berbagai kendala yang dihadapi.
Yandri juga menekankan bahwa pemerintah pusat tidak akan pernah lelah dalam memperhatikan Tanah Papua. “Kami tidak akan lelah, tidak akan pernah berhenti untuk memperhatikan Tanah Papua. Yakinlah bahwa pemerintah pusat tidak ada niat sedikitpun untuk menganaktirikan Tanah Papua,” papar menteri kelahiran Bengkulu Selatan tersebut. Ia menambahkan, “Sebab Tanah Papua adalah kebanggaan kita semua.”
Baca juga: Tom Lembong Datangi Komisi Yudisial Usai Dapat Abolisi
Lebih lanjut, Yandri menyoroti pentingnya peran kepala kampung dan pendamping desa sebagai “superteam” dalam membangun Papua. Kepala kampung bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, pendamping desa berperan memberikan pendampingan teknis, administratif, dan membantu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal. Sinergi antara keduanya sangat krusial.
“Oleh karena itu, kita harus menjadi ‘supertim’, bukan ‘superman’. Mari kita bangun tanah Papua ini dengan cara membangun dari kampung,” kata Yandri kepada para kepala kampung dan pendamping desa yang hadir.
Di akhir acara, Yandri Susanto melakukan penandatanganan Piagam Komitmen Bersama Pelaksanaan Program TEKAD dan menyerahkan Mock Up Bantuan Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) dari Program TEKAD.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala BIN Muhammad Herindra, Menteri Koperasi RI Budi Arie Setiadi, Kepala Badan Gizi Nasional RI Dadan Hindayana, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, serta Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley.


