Reaksi Ansarullah Yaman terhadap Terbunuhnya Dua Tentara Bahrain

Reaksi Ansarullah Yaman terhadap Terbunuhnya Dua Tentara Bahrain

Sana’a, Purna Warta Menanggapi terbunuhnya dua tentara Bahrain, Gerakan Ansarullah Yaman mengatakan: Pelanggaran gencatan senjata oleh koalisi agresor belum berhenti.

Baca Juga : Abdul Malik Houthi: Perang Lunak Bertujuan Mendominasi Negara Islam

Gerakan Ansarullah Yaman mengumumkan pada hari Selasa bahwa pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi belum berhenti dan 12 tentara Yaman telah tewas di perbatasan Saudi dalam waktu satu bulan.

Menanggapi serangan hari Senin yang menewaskan dua tentara Bahrain, juru bicara Ansarullah Mohammad Abdul Salam mengatakan kepada Reuters bahwa pelanggaran gencatan senjata “memalukan”.

Ia menambahkan: Kami menekankan pentingnya memasuki fase perdamaian yang serius sehingga persyaratan perdamaian yang komprehensif dan adil dapat terwujud.

Dalam serangan pesawat tak berawak di perbatasan selatan Arab Saudi, seorang perwira dan petugas keamanan dari Bahrain tewas dan beberapa anggota pasukan lainnya terluka.

Kantor berita Bahrain (BNA) juga mengumumkan bahwa serangan itu dilakukan oleh drone gerakan Ansarullah.

Baca Juga : Al-Mashat: Koalisi Saudi Harus Mulai Bangun Kepercayaan di Yaman

Intervensi militer koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi di Yaman dimulai pada tanggal 26 Maret 2015 dengan serangan udara; Perang ini telah menyebabkan ribuan orang di Yaman meninggal dunia dan terluka sejauh ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *