Doha, Purna Warta – Menurut pemberitaan Al Jazeera bersamaan dengan serangan besar-besaran tentara pendudukan Israel ke Tepi Barat dan penangkapan puluhan pemuda Palestina, Knesset Israel telah menyetujui penutupan permanen dan legal kantor jaringan berita Al Jazeera di Yerusalem yang diduduki.
Al Jazeera melaporkan bahwa Knesset Israel, melalui pengesahan rancangan undang-undang, mengubah penutupan kantor Al Jazeera di Yerusalem dari status darurat sementara menjadi legal permanen.
Tentara pendudukan Israel juga pada Selasa pagi menyerbu rumah-rumah warga Palestina, melakukan penggeledahan, dan melancarkan serangan luas di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki, menahan puluhan warga Palestina.
Dalam konteks ini, Klub Tahanan Palestina melaporkan bahwa setelah serangan besar ke rumah-rumah warga Palestina, tentara Israel menahan 21 warga Palestina dari kota Dura, di barat daya provinsi Hebron.
Zionis juga menangkap lima warga Palestina dalam serangan ke permukiman Deir al-Ghusun di utara Tulkarm. Di Betlehem, sebuah buldoser militer Israel menyerbu desa al-Ma’sara di selatan Betlehem, sementara tentara pendudukan menutup akses masuk desa Turmus’ayya di utara Ramallah.
Laporan menyebutkan adanya tembakan intens di kamp pengungsi Tulkarm, di utara Tepi Barat. Kota Tubas, Nablus, dan kamp al-Fara’a juga menjadi lokasi bentrokan langsung antara pemuda perlawanan dan tentara Israel.
Palang Merah Palestina melaporkan bahwa tiga warga Palestina terluka akibat tembakan tentara Israel ke kendaraan di pos pemeriksaan Awarta, timur Nablus.
Tentara pendudukan juga melempar flare (senter militer) saat menyerbu Beit Furik di timur Nablus. Kota Qalqilya, Jenin, dan Hebron, beserta desa-desa sekitarnya seperti Tuqu, Jiyus, Beit Ummar, Azun, Siniriya, Deir Ghusun, dan Qabatiya menjadi sasaran serangan bertubi-tubi tentara Israel.
Baca juga: UNRWA: 1,6 Juta Warga Palestina di Gaza Hadapi Kerawanan Pangan Akut
Berdasarkan laporan, setidaknya delapan warga Palestina ditangkap di Tuqu dan beberapa rumah penduduk digeledah serta dirusak.
Sejak dimulainya operasi Badai Al-Aqsa, Zionis meningkatkan penindasan dan serangannya di Tepi Barat. Setiap hari, Tepi Barat menyaksikan serangan tentara dan pemukim Israel, dan nyaris tidak ada hari tanpa laporan penangkapan atau syahidnya warga Palestina di wilayah ini. Serangan pendudukan di Tepi Barat bertujuan untuk melaksanakan proyek aneksasi, mengusir warga Palestina, memperluas permukiman, dan secara umum menghancurkan identitas Palestina di wilayah tersebut.


