Gaza, Purna Warta – Sumber-sumber berita melaporkan adanya pelanggaran gencatan senjata dalam skala luas oleh Israel serta serangan udara intensif yang menyasar wilayah tengah Jalur Gaza.
Menurut laporan Kantor Berita Shehab, sumber-sumber Palestina menyatakan bahwa beberapa saat sebelumnya Israel melancarkan serangan udara hebat ke kawasan Al-Barakah di Kota Deir al-Balah, yang terletak di bagian tengah Jalur Gaza.
Sumber-sumber Palestina juga menyebutkan bahwa Israel menyerang Kamp Pengungsi Al-Bureij di Gaza bagian tengah. Akibat serangan tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Lebih lanjut, sumber-sumber Palestina menyatakan bahwa dengan bertambahnya satu korban meninggal dunia di Gaza, jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak Rabu dini hari meningkat menjadi empat orang.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan bahwa dalam 24 jam terakhir, jenazah 13 korban tewas telah dibawa ke rumah-rumah sakit di wilayah tersebut, sementara 18 warga Palestina lainnya mengalami luka-luka.
Kementerian itu menambahkan bahwa masih terdapat sejumlah korban yang tertimbun reruntuhan maupun tergeletak di jalan-jalan. Hingga kini, tim ambulans dan petugas pertahanan sipil belum dapat menjangkau mereka karena situasi di lapangan.
Menurut kementerian tersebut, sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 11 Oktober, sebanyak 1.123 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan 3.616 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, jenazah sekitar 800 korban berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan.
Kementerian Kesehatan Gaza juga menyatakan bahwa sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, jumlah korban meninggal di Jalur Gaza telah mencapai 73.246 orang, sementara jumlah korban luka meningkat menjadi 173.727 orang.
Serangan udara terbaru dilaporkan menghantam kawasan Al-Barakah di Kota Deir al-Balah serta Kamp Pengungsi Al-Bureij di wilayah tengah Jalur Gaza. Menurut sumber-sumber Palestina, serangan tersebut terjadi di tengah tuduhan adanya pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Akibat rangkaian serangan sejak Rabu dini hari, sedikitnya empat orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa dalam kurun waktu 24 jam terakhir, rumah sakit-rumah sakit di Gaza menerima 13 jenazah korban dan merawat 18 orang yang terluka. Otoritas kesehatan juga menyebut masih banyak korban yang berada di bawah reruntuhan atau di lokasi yang belum dapat dijangkau oleh tim penyelamat karena kondisi keamanan dan kerusakan infrastruktur.
Menurut data yang disampaikan otoritas kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober, sebanyak 1.123 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan 3.616 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 800 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan.
Secara kumulatif, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, jumlah korban meninggal telah mencapai 73.246 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 173.727 orang. Angka-angka tersebut merupakan data yang dirilis oleh otoritas kesehatan di Gaza dan belum diverifikasi secara independen.


