Serangan Brutal Zionis ke Gaza Berlanjut, 5 Warga Sipil Kembali Gugur

Gaza z

Al-Quds, Purna Warta – Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa lima orang gugur dan hampir 30 warga sipil lainnya terluka di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan pemberitaan Palestina, meskipun perang genosida rezim Zionis terhadap Jalur Gaza masih terus berlangsung, bahkan setelah hampir satu tahun sejak gencatan senjata yang disebut hanya sebagai gencatan senjata semu di wilayah tersebut, sumber-sumber Palestina pada Kamis kembali melaporkan berlanjutnya pembantaian terhadap warga sipil Gaza oleh pasukan Zionis.

Menurut sumber-sumber Palestina, rezim pendudukan Zionis hari ini untuk hari ke-343 berturut-turut terus melanggar kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza melalui pengeboman dan penembakan terhadap warga sipil.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa lima orang gugur di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir. Kementerian tersebut menyatakan bahwa tiga orang gugur dalam serangan terbaru Zionis, sementara dua warga sipil lainnya meninggal dunia akibat parahnya luka yang mereka derita dalam serangan sebelumnya. Sebanyak 28 orang lainnya juga mengalami luka-luka.

Sebuah sumber medis di Gaza melaporkan bahwa Saeed Barham, seorang pemuda Palestina yang beberapa waktu lalu terluka dalam serangan udara tentara Zionis di wilayah selatan Khan Younis, bagian selatan Jalur Gaza, meninggal dunia akibat parahnya luka yang dideritanya.

Sumber-sumber lokal menyatakan bahwa dalam serangan udara tentara pendudukan terhadap Sekolah Al-Daraj di pusat Kota Gaza yang digunakan sebagai tempat pengungsian warga, dua orang mengalami luka-luka.

Pada saat yang sama, wilayah timur dan timur laut Kota Gaza menjadi sasaran serangan artileri Zionis.

Sumber-sumber Palestina juga melaporkan bahwa kendaraan-kendaraan militer tentara pendudukan melepaskan tembakan ke arah wilayah timur dan timur laut Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza. Sebuah kendaraan militer Israel juga melepaskan tembakan ke arah sejumlah nelayan di pesisir Rafah.

Kementerian Kesehatan Gaza hari ini menyatakan bahwa jumlah korban gugur di Jalur Gaza sejak dimulainya gencatan senjata yang disebut sebagai gencatan senjata semu pada 11 Oktober 2025 telah mencapai 1.386 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 4.784 orang. Selain itu, dalam periode tersebut, jenazah 831 korban juga telah ditemukan dari bawah reruntuhan.

Sementara itu, jumlah keseluruhan korban gugur sejak dimulainya perang genosida rezim Zionis terhadap Gaza pada Oktober 2023, berdasarkan data resmi, telah mencapai 73.821 orang, sedangkan jumlah keseluruhan korban luka mencapai 174.897 orang.

Dalam perkembangan lain, Mahmoud Basal, juru bicara Direktorat Pertahanan Sipil Gaza, menyatakan bahwa di tengah berbagai bencana kemanusiaan yang terjadi, operasi untuk menemukan jenazah para korban untuk sementara dihentikan karena tidak tersedianya sumber daya yang memadai. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu krisis terbesar terkait dampak perang.

Di sisi lain, Kantor Informasi Pemerintah Jalur Gaza, dalam sebuah pernyataan, menyatakan bahwa pasukan pendudukan Zionis dan masyarakat internasional sepenuhnya bertanggung jawab secara langsung atas berbagai bencana kemanusiaan di Jalur Gaza. Lembaga tersebut menegaskan bahwa lebih dari 8.500 orang di berbagai wilayah Jalur Gaza masih hilang di bawah reruntuhan, sementara keluarga mereka telah menunggu selama tiga tahun untuk menemukan mereka.

Lembaga pemerintah Gaza tersebut menyerukan kepada seluruh negara di dunia, organisasi-organisasi internasional, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera mengambil tindakan untuk mencabut blokade terhadap Jalur Gaza serta mengizinkan masuknya peralatan yang diperlukan untuk membersihkan reruntuhan dan menemukan jenazah para korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *