Seorang Pemukim Zionis Terluka Akibat Tembakan Senjata Miliknya Sendiri

Luka Israel

Al-Quds, Purna warta – Seorang pemukim Zionis dilaporkan terluka akibat tembakan setelah seorang warga Palestina berhasil merebut senjata api miliknya. Insiden tersebut terjadi di dekat persimpangan Desa Susiya, kawasan Masafer Yatta, di selatan Hebron (Al-Khalil).

Menurut laporan Pusat Informasi Palestina yang dikutip oleh Kantor Berita Mehr, media-media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa seorang warga Palestina berhasil merebut senjata milik seorang pemukim Zionis di kawasan Masafer Yatta.

Sumber yang sama menyebutkan bahwa tidak lama kemudian, seorang pemukim di dekat persimpangan Desa Susiya terkena tembakan dan mengalami luka-luka. Pasukan pendudukan Israel segera membuka penyelidikan untuk mengetahui kronologi kejadian tersebut.

Insiden ini terjadi setelah sebelumnya para pemukim Zionis dilaporkan melepaskan tembakan ke arah rumah-rumah warga Palestina di kawasan Khirbet Khallat al-Hamra (Khallat Homs), yang juga berada di wilayah Masafer Yatta.

Masafer Yatta merupakan salah satu kawasan di selatan Hebron, Tepi Barat, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi titik ketegangan antara warga Palestina, pemukim Israel, dan militer Israel. Kawasan ini terdiri atas sejumlah desa kecil yang sejak lama menghadapi ancaman penggusuran, perluasan permukiman, serta pembatasan akses terhadap lahan pertanian dan sumber air.

Desa Susiya merupakan salah satu lokasi yang paling sering menjadi sorotan organisasi hak asasi manusia. Warga Palestina di wilayah tersebut berulang kali melaporkan serangan oleh pemukim, termasuk perusakan rumah, pembakaran lahan pertanian, penyerangan terhadap penggembala, hingga intimidasi terhadap penduduk. Sementara itu, otoritas Israel menyatakan bahwa aparat keamanan melakukan penyelidikan terhadap setiap insiden kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mencatat peningkatan insiden kekerasan oleh pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Laporan tersebut menyebutkan bahwa serangan terhadap penduduk sipil, perusakan properti, dan pembatasan akses terhadap lahan pertanian telah meningkat dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Insiden di Masafer Yatta ini menambah daftar panjang bentrokan yang terjadi di wilayah selatan Hebron, yang hingga kini masih menjadi salah satu titik konflik paling sensitif di Tepi Barat. Hingga berita ini disusun, otoritas Israel masih melakukan penyelidikan mengenai bagaimana senjata tersebut dapat direbut dan bagaimana kronologi penembakan terhadap pemukim tersebut berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *