Gaza, Purna Warta – Dalam beberapa jam terakhir, tentara rezim Zionis melancarkan serangan besar-besaran terhadap berbagai wilayah di Gaza yang menyebabkan gugurnya sejumlah warga Palestina.
Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, jet tempur tentara rezim Zionis menargetkan rumah-rumah penduduk di kamp pengungsian Al-Bureij dan Nuseirat. Serangan tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan besar pada rumah-rumah warga, tetapi juga merusak bangunan di sekitarnya.
Berdasarkan laporan tersebut, beberapa orang gugur syahid dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Pada saat yang sama, pasukan Israel dengan tembakan artileri dan rentetan peluru berat menggempur wilayah timur lingkungan Shuja’iyya di bagian timur Kota Gaza.
Selain itu, wilayah tenggara Khan Younis juga menjadi sasaran serangan artileri.
Serangan-serangan ini merupakan bagian dari pelanggaran harian terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Dalam perkembangan terkait, sumber-sumber lokal dan saksi mata melaporkan bahwa tentara Israel, setelah mengeluarkan peringatan evakuasi terhadap dua blok permukiman, kemudian menargetkan dua rumah di kamp Al-Bureij dan Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza.
Dalam perkembangan terbaru, sumber medis melaporkan bahwa seorang warga Palestina bernama Louay Basel (27 tahun) gugur syahid akibat pemboman jet tempur Israel di timur Kota Gaza, sementara beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
Saksi mata mengatakan bahwa dalam serangan lain, sebuah sepeda motor di kawasan Asqula, lingkungan Al-Zeitoun di timur Kota Gaza, menjadi sasaran serangan yang menyebabkan satu orang gugur syahid dan beberapa lainnya terluka.
Sebelumnya, sumber medis juga mengumumkan bahwa Raafat Adel Buraika, warga Palestina berusia 42 tahun, gugur syahid dalam serangan drone jet tempur Israel di barat laut Rafah, selatan Jalur Gaza.
Para saksi mata melaporkan bahwa sebuah drone quadcopter menembakkan bom ke arah seorang penggembala di kawasan Al-Shakoush, barat Rafah, yang menyebabkan korban gugur syahid.
Menurut para saksi, pada saat bersamaan artileri Israel juga menggempur secara intensif wilayah timur Kota Khan Younis di bagian selatan Gaza.
Berdasarkan pernyataan yang dirilis Kementerian Kesehatan Palestina pada Kamis, sejak perjanjian gencatan senjata mulai diberlakukan, tentara Israel melalui pengeboman dan penembakan yang melanggar kesepakatan tersebut telah menyebabkan 883 warga Palestina gugur syahid dan 2.648 lainnya terluka.
Perjanjian ini dicapai setelah dua tahun perang genosida yang dimulai Tel Aviv pada 8 Oktober 2023 dan kemudian terus berlanjut dalam berbagai bentuk. Perang tersebut telah menyebabkan lebih dari 72 ribu warga Palestina gugur syahid, lebih dari 172 ribu orang terluka, serta kehancuran besar-besaran yang memengaruhi 90 persen infrastruktur sipil di Gaza.


