Gaza, Purna Warta – Sebuah serangan drone rezim Israel menewaskan dua anak Palestina di Jalur Gaza selatan pada hari Sabtu, kata sumber medis, dalam pelanggaran lain terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku bulan lalu. Serangan itu menargetkan kota Bani Suheila, sebelah timur Khan Younis.
Baca juga: Korban Tewas Akibat Serangan Rezim Israel di Kota Beit Jin Suriah Meningkat Menjadi 20
Para saksi mata mengatakan kepada Al Jazeera bahwa drone Israel menjatuhkan bom terhadap sekelompok warga sipil di dekat Sekolah al-Farabi pada Sabtu pagi.
Serangan itu menewaskan dua anak bersaudara, Juma dan Fadi Tamer Abu Assi.
Kedua anak laki-laki itu dilarikan ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis dengan luka kritis.
Mereka kemudian dinyatakan meninggal, sumber medis mengonfirmasi.
Wilayah yang ditargetkan terletak di luar apa yang disebut Garis Kuning, yang menandai batas penempatan kembali pasukan rezim Israel berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dimulai pada 10 Oktober, menurut sumber.
Sebelumnya pada hari Sabtu, rezim Israel melancarkan serangan darat, laut, dan udara di beberapa wilayah Gaza.
Tiga warga Palestina terluka oleh artileri dan serangan udara Israel di al-Qarara, timur laut Khan Younis, lapor sumber medis.
Pesawat tempur Israel juga menyerang permukiman Tuffah di timur Kota Gaza.
Serangan tambahan menargetkan Rafah timur di Gaza selatan.
Kekerasan terbaru ini menyusul tewasnya seorang warga Palestina lainnya pada hari Jumat oleh tembakan pesawat tak berawak rezim Israel di luar Garis Kuning di Bani Suheila, menurut Nasser Medical Complex.
Baca juga: AS Hentikan Penerbitan Visa bagi Pemegang Paspor Afghanistan
Rezim Israel telah menewaskan hampir 70.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.000 orang sejak Oktober 2023.
Rezim Israel telah berulang kali melanggar gencatan senjata Oktober, yang mendorong Hamas untuk mendesak masyarakat internasional agar memaksa rezim Israel menghormati perjanjian tersebut.


