Korban Tewas Akibat Serangan Rezim Israel di Kota Beit Jin Suriah Meningkat Menjadi 20

Damaskus, Purna Warta – Para pejabat Suriah mengatakan pada hari Sabtu bahwa jumlah orang yang tewas dalam serangan rezim Israel di kota Beit Jin dekat Damaskus telah meningkat menjadi 20, dan menyebut operasi tersebut sebagai kejahatan perang.

Baca juga: AS Hentikan Penerbitan Visa bagi Pemegang Paspor Afghanistan

Sumber-sumber lokal Suriah melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel di kota Beit Jin telah meningkat menjadi 20.

Pihak berwenang mengatakan perempuan dan anak-anak termasuk di antara korban tewas dan lebih dari 24 orang terluka.

Suriah telah melabeli insiden itu sebagai “kejahatan perang” setelah pasukan rezim Israel memasuki wilayah tersebut pada Jumat dini hari dan bentrok dengan penduduk.

Menurut laporan resmi Suriah, serangan itu menandai operasi Israel paling mematikan di tanah Suriah sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad tahun lalu.

Beit Jin, yang terletak di Suriah selatan dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, dihantam oleh operasi gabungan darat dan udara.

Militer Israel mengklaim misi tersebut menargetkan anggota kelompok Islamis “Jamaat Islamiyah”, yang digambarkan bersekutu dengan Hamas di Lebanon.

Dikatakan bahwa pasukan khusus, yang didukung oleh pesawat, memasuki desa tersebut dan enam tentara Israel terluka dalam baku tembak dengan perlawanan Suriah, tiga di antaranya dalam kondisi serius.

Media berita Suriah, termasuk kantor berita negara SANA, melaporkan bahwa pasukan Israel bergerak untuk menahan penduduk setempat dan melepaskan tembakan gencar setelah menghadapi perlawanan dari penduduk.

Dua anak Suriah termasuk di antara korban tewas, dan puluhan keluarga mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Gambar dari lokasi kejadian menunjukkan bangunan yang rusak, kendaraan yang terbakar — termasuk yang tampak seperti Humvee Israel — dan tim penyelamat yang menarik jenazah dari puing-puing.

Baca juga: Iran, Rusia dan Azerbaijan Menandatangani Nota Kesepahaman

Kementerian Kesehatan Suriah mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung dan memperingatkan jumlah korban dapat meningkat, meskipun sumber-sumber internasional sejauh ini telah mengonfirmasi 20 orang tewas.

Para saksi mata mengatakan kepada media lokal bahwa serangan udara berikutnya menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur desa tersebut.

Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut serangan itu sebagai “serangan brutal dan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional” dan mengatakan telah merujuk masalah tersebut ke Dewan Keamanan PBB.

Seorang juru bicara kementerian mengatakan, “Tindakan Israel ini bukan hanya kejahatan perang, tetapi juga upaya untuk mengacaukan stabilitas Suriah menyusul perubahan politik baru-baru ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *