Putra Pemimpin Senior Hamas Terluka, Lima Lainnya Tewas Dalam Serangan Israel di Gaza

Senior Hamas

Al-Quds, Purna Warta – Serangan udara Israel telah melukai putra pemimpin senior Hamas Khalil al-Hayya dan menewaskan sedikitnya lima orang lainnya di seluruh Jalur Gaza, menurut sebuah laporan.

Baca juga: Pengadilan Israel Menolak Banding Dua Aktivis Armada Bantuan Gaza yang Ditahan

Pada hari Rabu, Azzam al-Hayya terluka dalam serangan di Kota Gaza yang juga menewaskan satu orang lainnya, lapor Reuters dengan mengutip sumber medis dan sumber Hamas.

Sebelumnya pada hari yang sama, empat warga Palestina tewas dalam serangan terpisah, termasuk seorang tokoh senior di kepolisian Gaza.

Petugas medis mengatakan Naseem al-Kalazani, kepala unit anti-narkotika di kota Khan Younis, Gaza selatan, tewas ketika sebuah serangan menghantam kendaraannya di dekat wilayah al-Mawasi di sisi barat kota tersebut. Sedikitnya 17 orang lainnya terluka dalam insiden yang sama, menurut pejabat kesehatan.

Seorang pejabat Hamas dan ajudan Khalil al-Hayya, Taher al-Nono, mengecam serangan tersebut dengan mengatakan, “Menargetkan Azzam Khalil al-Hayya melalui pengeboman merupakan puncak dari kemerosotan moral dan etika.”

Ia menambahkan, “Pengeboman dan pembunuhan hanya membuat negosiator semakin teguh dalam posisinya, dalam membela hak-hak rakyatnya, dan dalam kehendak bebas mereka,” merujuk pada peran penting Khalil al-Hayya dalam pembicaraan tidak langsung dengan Tel Aviv.

Berbicara kepada Al Jazeera, Hayya sendiri mengatakan, “Penargetan kriminal ini merupakan kelanjutan dari agresi Zionis terhadap rakyat kami di mana pun… karena pendudukan ingin mendapatkan apa yang diinginkannya melalui tekanan, pembunuhan, dan terorisme.”

“Kami adalah rakyat yang memiliki perjuangan. Kami tidak akan gentar oleh pembunuhan anak-anak atau gugurnya para pemimpin,” tambahnya.

Baca juga: Lebih dari 400 Mantan Pejabat dan Diplomat Eropa Mendesak Uni Eropa (UE) Hentikan Aneksasi Ilegal Wilayah Tepi Barat oleh Israel 

Oktober lalu, rezim Israel dan Hamas menyepakati proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat, yang diharapkan dapat mengakhiri perang genosida rezim tersebut di Gaza.

Namun, rezim itu telah melanggar gencatan senjata dalam banyak kesempatan, yang menyebabkan sedikitnya 830 warga Palestina tewas.

Lebih dari 72.500 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas sepanjang genosida di wilayah Palestina tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *