Program Bantuan Gaza yang Didukung AS dan Dikaitkan dengan Mossad Gunakan Jasa PR Eks Staff Obama-Biden

Obama

Gaza, Purna Warta – Sebuah program bantuan kontroversial di Jalur Gaza yang didukung Amerika Serikat dan dijalankan oleh kelompok terkait Mossad, telah menyewa firma humas krisis yang dipimpin oleh mantan staf komunikasi dari pemerintahan Joe Biden dan Barack Obama, demikian diungkap oleh jurnalis independen Jack Poulson.

Baca juga: Rincian Operasi Siber Besar-Besaran terhadap Rezim Zionis

Gaza Humanitarian Foundation (GHF), badan program bantuan yang menggantikan UNRWA di wilayah terkepung Gaza, diketahui bertanggung jawab atas operasi distribusi makanan yang mematikan. GHF dijalankan oleh UG Solutions, sebuah kontraktor militer swasta yang berbasis di North Carolina dan dipimpin oleh Jameson Govoni, mantan pasukan elit Green Beret.

UG Solutions beroperasi sebagai subkontraktor dari perusahaan keamanan dan logistik berbasis di Virginia, Safe Reach Solutions, yang dipimpin oleh Philip Francis Reilly—mantan kepala operasi rahasia CIA—yang disebut memiliki hubungan jelas dengan badan intelijen Israel, Mossad.

Menanggapi kecaman luas terhadap keterlibatan dua kontraktor AS tersebut, UG Solutions pada Mei lalu merekrut firma PR Seven Letter, yang dijalankan oleh mantan staf komunikasi dari Gedung Putih era Obama dan Biden.

Setelah mundurnya direktur eksekutif pertama GHF karena kekhawatiran atas pelanggaran prinsip-prinsip kemanusiaan, posisi representatif publik kini diisi oleh John Acree, mantan pejabat USAID, dan Johnnie Moore, tokoh evangelis sekaligus eksekutif PR ternama.

Sementara itu, PBB melaporkan hampir 800 warga Palestina tewas di titik distribusi bantuan GHF sejak Mei 2025. Saksi mata menyebut pasukan Israel dan kontraktor militer AS menembaki kerumunan yang kelaparan. Dua mantan anggota UG Solutions telah mengonfirmasi kesaksian ini kepada kantor berita Associated Press.

Harian Israel Haaretz bahkan memuat pengakuan tentara Israel yang mengaku diperintahkan untuk menembak warga yang mengantre bantuan.

Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, menyatakan bahwa titik-titik distribusi bantuan yang dijalankan oleh kontraktor Amerika yang terkait Mossad telah menjadi “perangkap maut” bagi rakyat Gaza yang kelaparan.

“Sistem yang merendahkan martabat ini telah memaksa ribuan orang yang kelaparan dan putus asa untuk berjalan puluhan kilometer menuju wilayah yang hampir rata akibat pemboman intensif militer Israel,” tegas Lazzarini bulan lalu.

Baca juga: 77 Tahun Setelah Nakbah: Luka Tak Terhapus dari Memori Kolektif Rakyat Palestina

Ia menambahkan bahwa persyaratan paling mendasar dari sistem bantuan adalah keselamatan. Ia menyoroti bahwa PBB memiliki rencana yang jelas, berbasis prinsip, dan praktis untuk menyelamatkan nyawa serta menyalurkan bantuan secara luas.

Lazzarini juga mengingatkan bahwa kekejaman sistem distribusi bantuan oleh GHF sedang menyebabkan kehilangan kepercayaan rakyat Palestina terhadap komunitas internasional.

“Hal ini menghancurkan harapan akan perdamaian dan keamanan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa satu-satunya cara mendistribusikan bantuan secara aman di Gaza adalah melalui badan-badan PBB, termasuk UNRWA. Ia pun menyerukan kepada rezim Israel untuk mengakhiri pengepungan Gaza dan mengizinkan akses kemanusiaan yang aman dan tidak terhambat ke wilayah tersebut.

“Ini adalah satu-satunya jalan untuk mencegah kelaparan massal, termasuk di antara satu juta anak-anak Palestina di Gaza,” pungkasnya.

Latar Belakang:
Situs bantuan yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan Amerika baru mulai beroperasi beberapa bulan setelah Israel secara resmi melarang UNRWA menjalankan aktivitas kemanusiaan di wilayah Palestina yang diduduki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *