Perselisihan Menteri Perang dan Staf Umum Militer Israel Mencuat ke Media

Perbedaan

Al-Quds, Purna Warta – Perbedaan pendapat antara Menteri Perang Israel dan Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel terkait komandan militer untuk wilayah Tepi Barat mencuat ke media dan memicu polemik di kalangan politik serta militer Israel.

Perselisihan antara Menteri Perang Israel, Yisrael Katz, dan para petinggi militer Israel menjadi sorotan media-media Israel.

Pengumuman mendadak Katz mengenai pencopotan Mayor Jenderal Avi Bluth dari jabatan Komandan Wilayah Tengah Angkatan Bersenjata Israel memicu gelombang ketegangan dan kontroversi di lingkungan politik maupun militer Israel.

Channel 13 Israel melaporkan bahwa juru bicara militer Israel mengeluarkan pernyataan keras yang menolak keputusan tersebut. Dalam pernyataannya, militer menegaskan bahwa pencopotan Komandan Wilayah Tengah tidak memiliki dasar yang sah karena diputuskan tanpa konsultasi maupun koordinasi dengan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel.

Dalam wawancara dengan Channel 14 Israel, Katz menyatakan bahwa ia memutuskan memberhentikan Mayor Jenderal Avi Bluth dari jabatan komandan militer untuk wilayah Tepi Barat. Menurut laporan tersebut, alasan keputusan itu adalah penolakan Bluth terhadap kebijakan Katz dalam menangani para pemukim Yahudi garis keras.

Namun, sesaat setelah pernyataan Katz disampaikan, militer Israel menegaskan bahwa Avi Bluth tetap akan menjalankan tugasnya sebagai Komandan Wilayah Tengah.

Dalam pernyataannya, militer menyebutkan bahwa Kepala Staf Umum, mengingat situasi keamanan yang sensitif saat ini, tidak mengambil keputusan untuk memberhentikan Avi Bluth maupun mengganti para komandan yang saat ini menduduki posisi strategis. Militer juga menegaskan masih memberikan kepercayaan penuh kepada Bluth.

Sementara itu, Channel 12 Israel melaporkan bahwa pengumuman pemberhentian Komandan Wilayah Tengah, yang bertanggung jawab atas operasi militer di Tepi Barat, secara langsung melalui siaran televisi Channel 14 telah memicu kontroversi besar di tingkat politik dan militer Israel.

Di sisi lain, kantor Menteri Perang Yisrael Katz mengklaim bahwa penunjukan Dado Bar sebagai Komandan Wilayah Tengah dilakukan berdasarkan rekomendasi sebelumnya dari Kepala Staf Umum. Menurut kantor Katz, setelah bertemu dengan Dado Bar, sang menteri menilai bahwa ia merupakan kandidat yang paling tepat untuk melanjutkan kebijakan ofensif militer Israel dalam konflik yang sedang berlangsung.

Meski demikian, sejumlah media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel sama sekali tidak mengetahui rencana pemberhentian Avi Bluth maupun pengumuman calon penggantinya sebelum pernyataan Katz disiarkan di televisi.

Jurnalis Israel, Michal Shemesh, menggambarkan peristiwa tersebut sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat tidak lazim. Ia mengatakan bahwa pengangkatan komandan senior militer pada umumnya dilakukan oleh Kepala Staf Umum dengan persetujuan Menteri Perang, bahkan dalam beberapa kasus tanpa keterlibatan langsung menteri. Namun kali ini, Menteri Perang justru mengumumkan penunjukan komandan baru melalui televisi, sementara Kepala Staf Umum tidak mengetahui keputusan tersebut.

Analis politik Israel, Amit Segal, juga menyoroti inkonsistensi sikap Katz. Menurutnya, sekitar delapan bulan lalu dalam program televisi yang sama, Katz pernah menyebut Avi Bluth sebagai komandan wilayah terbaik yang dimiliki Angkatan Bersenjata Israel dalam kurun 20 hingga 30 tahun terakhir. Namun kini, Katz justru mengumumkan pencopotannya secara langsung di televisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *