Penyiksaan Hewan ala Pemukim Zionis yang Brutal

Pemukim israel

Al-Quds, Purna Warta – Pemukim Zionis terus melakukan berbagai bentuk kejahatan terhadap manusia, hewan, dan tanah di Tepi Barat.

Beredarnya sebuah video yang memperlihatkan tindakan brutal seorang pemukim Zionis terhadap seekor hewan yang tidak berdaya di Tepi Barat menunjukkan semakin meningkatnya kejahatan yang dilakukan oleh pihak pendudukan di wilayah Palestina serta tidak adanya keraguan untuk melakukan berbagai bentuk pelanggaran.

Pemukim Zionis terus melakukan berbagai bentuk kejahatan terhadap manusia, hewan, dan tanah di Tepi Barat.

Dalam sebuah tindakan brutal, seorang pemukim Zionis dilaporkan mencuri seekor keledai di wilayah selatan Hebron, Tepi Barat. Pemukim tersebut kemudian menyeret hewan yang tidak berdaya itu dengan kendaraannya secara kejam, sekaligus menyiksanya.

Situasi di Tepi Barat dalam beberapa pekan terakhir memang menunjukkan peningkatan kekerasan terhadap masyarakat Palestina. Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), pada 4–10 Agustus 2026 tercatat 38 insiden yang melibatkan pemukim Israel dan menyebabkan korban luka, kerusakan properti, atau keduanya. Di wilayah Tuba, Masafer Yatta, lima warga Palestina terluka dan tiga bangunan tempat tinggal dibakar atau dihancurkan, menyebabkan 23 orang, termasuk 14 anak-anak, kehilangan tempat tinggal sementara. OCHA juga mencatat kerusakan terhadap lahan pertanian, kendaraan, rumah, serta infrastruktur air dan listrik.

Dalam insiden lain di Masafer Yatta, pemukim dilaporkan melemparkan bahan mudah terbakar ke sebuah rumah Palestina di Shi’b al-Butum ketika para penghuninya sedang tidur. Sementara itu, di wilayah Nablus, lebih dari 200 pohon zaitun ditemukan dirusak. OCHA juga melaporkan bahwa petani Palestina mengalami pembatasan akses terhadap lahan pertanian mereka.

Pada pekan sebelumnya, OCHA mencatat 35 serangan pemukim yang menimbulkan korban atau kerusakan properti. Di Al-Mughayyir, Ramallah, seorang anak Palestina berusia sembilan tahun dilaporkan terluka akibat peluru tajam, sementara dua orang dewasa terluka akibat semprotan merica. Serangan-serangan lain juga menyebabkan kerusakan kendaraan dan kekerasan terhadap petani Palestina.

Kondisi kemanusiaan juga memburuk akibat pembatasan pergerakan. Pada 19 Agustus, operasi militer Israel di Tepi Barat bagian selatan memberlakukan jam malam yang berdampak terhadap sekitar 40.000 warga Palestina. Menurut OCHA, pembatasan tersebut menghambat kemampuan warga untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari, mengakses layanan penting, maupun pergi bekerja.

Di Desa Qusra, Tepi Barat bagian utara, tiga keluarga Palestina akhirnya menerima bantuan berupa air, makanan, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan anak-anak dari UNICEF. Namun, hingga 17 Agustus, keluarga-keluarga tersebut masih dilaporkan terisolasi akibat kehadiran pasukan dan pemukim Israel dalam jumlah besar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *