Al-Quds, Purna Warta – Serangan dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan serta pemukim Israel terhadap berbagai wilayah di Tepi Barat terus berlanjut.
Pemukim Israel menyerbu kawasan Hiyet al-Miramiyah, dekat Desa Abu Falah, di timur laut Ramallah, Tepi Barat, dan melakukan penjarahan terhadap barang-barang milik warga Palestina.
Pasukan Israel menyerbu rumah-rumah warga Palestina
Pasukan Israel menyerang rumah-rumah warga di Kota Qalqiliya.
Kota Bal’a, di utara Tulkarm, juga menjadi sasaran serangan dini hari oleh pasukan Israel.
Pasukan Israel juga menyerbu Desa Tell, di barat daya Nablus, dan menyerang warga Palestina menggunakan gas air mata serta granat kejut.
Kamp Qalandiya, di utara Yerusalem yang diduduki, juga menjadi sasaran serangan pasukan Israel.
Pasukan Israel menyerbu Kota Ya’bad, di barat daya Jenin, Tepi Barat, dan menyerang sejumlah rumah di kawasan tersebut.
Pasukan Israel juga menyerang Kota Deir Ghazaleh, di sebelah timur Jenin, termasuk rumah-rumah warga di kawasan tersebut.
Kota Zeita, di utara Tulkarm, juga menjadi sasaran serangan pasukan Israel.
Dua pemuda Palestina dipukuli dengan parah
Pasukan Israel, dalam serangan terhadap Kamp Al-Am’ari, di selatan Kota Al-Bireh, Tepi Barat yang diduduki, dilaporkan memukuli dua pemuda Palestina dengan parah.
Sumber-sumber lokal di Tepi Barat juga melaporkan serangan pasukan Israel terhadap Kota Ya’bad, di barat daya Jenin.
Laporan OCHA PBB menunjukkan bahwa rangkaian peristiwa seperti yang disebut dalam berita tersebut berlangsung dalam konteks peningkatan operasi militer dan kekerasan pemukim di Tepi Barat. Dalam laporan 14 Agustus 2026, OCHA mencatat bahwa sebuah operasi besar pasukan Israel di Kamp Qalandiya menyebabkan 51 warga Palestina terluka dan mengganggu layanan kesehatan. Sembilan bangunan juga dihancurkan di Kafr Aqab dan sekitar pos pemeriksaan Qalandiya, yang berdampak terhadap 71 orang. Pada periode yang sama, OCHA mendokumentasikan 38 serangan pemukim yang menyebabkan korban luka, kerusakan properti, atau keduanya.


