Al-Quds, Purna Warta – Serangan dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan serta pemukim Israel terhadap berbagai wilayah di Tepi Barat terus berlangsung.
Menurut laporan sumber-sumber Palestina, lima warga Palestina terluka dalam serangkaian serangan Israel di Tepi Barat.
Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa dua warga Palestina terluka dalam serangan pemukim Israel terhadap Kota Arraba, di wilayah Jenin, Tepi Barat yang diduduki.
Menurut laporan tersebut, pemukim Israel, dengan dukungan penuh dari pasukan rezim pendudukan, menyerbu Kota Arraba dan melukai dua warga Palestina dalam serangan tersebut.
Sementara itu, pasukan Israel menyerang Kota Al-Ram, di sebelah utara Yerusalem yang diduduki.
Gubernur Yerusalem melaporkan bahwa tiga warga Palestina terluka akibat tembakan pasukan Israel dalam serangan tersebut.
Laporan terbaru Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menunjukkan bahwa kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat memang terus berlangsung. Dalam periode 4–10 Agustus 2026, OCHA mendokumentasikan 38 insiden yang melibatkan pemukim Israel dan mengakibatkan korban, kerusakan properti, atau keduanya. Dalam periode yang sama, sedikitnya 89 warga Palestina terluka akibat tindakan pasukan Israel atau pemukim Israel.
Salah satu kasus yang dicatat OCHA terjadi pada 5 Agustus di komunitas Tuba, Masafer Yatta, wilayah Hebron. Sekitar 30 pemukim Israel menyerang komunitas tersebut dengan melempar batu dan bahan mudah terbakar ke rumah-rumah serta melakukan kekerasan fisik terhadap warga. Lima warga Palestina, termasuk dua anak perempuan, terluka, sementara tiga bangunan tempat tinggal dibakar. Akibatnya, tiga keluarga yang terdiri atas 23 orang, termasuk 14 anak-anak, terpaksa mengungsi dan berlindung di rumah kerabat maupun tetangga. Sistem tenaga surya komunitas tersebut juga rusak sehingga sekitar 100 penduduk kehilangan akses listrik.
Kekerasan juga berdampak terhadap lahan pertanian dan sumber penghidupan. OCHA mencatat bahwa antara 6 dan 8 Agustus terjadi empat serangan di Beit Furik dan Beit Dajan, Nablus, yang menyebabkan tujuh warga Palestina terluka, terutama ketika mereka sedang mengakses atau bekerja di lahan pertanian. Pada 7 Agustus, lebih dari 200 pohon zaitun ditemukan dirusak di Deir Sharaf, Nablus. Di Beitillu, Ramallah, pemukim juga dilaporkan mengusir petani Palestina dari lahan pertanian dan membakar sebuah kendaraan.
Akses terhadap layanan kesehatan juga terdampak. Pada 7 Agustus, sebuah tim Bulan Sabit Merah Palestina yang sedang merespons laporan mengenai korban luka di dekat Abu Njeim, Bethlehem, diserang. Empat warga Palestina terluka, termasuk dua paramedis yang terkena semprotan merica. Tiga kendaraan Bulan Sabit Merah Palestina dan sebuah tangki air bergerak juga mengalami kerusakan.


