Anggota Knesset Israel: Kita Akan Segera Menyaksikan Intifada Ketiga

Kneset

Al-Quds, Purna Warta – Seorang anggota Knesset Israel memperingatkan bahwa kebijakan pemerintah di Tel Aviv telah mempercepat kemungkinan pecahnya Intifada Ketiga.

Situs berita berbahasa Ibrani News1 melaporkan bahwa Gilad Kariv, anggota Knesset dari Partai Buruh, menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta dua menteri, Israel Katz dan Bezalel Smotrich, melakukan kebijakan yang menurutnya sangat mempercepat proses menuju pecahnya Intifada Ketiga.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Kariv menyalahkan Netanyahu, Katz, dan Smotrich atas meningkatnya ketegangan di Tepi Barat setelah insiden di sekitar Hebron yang mengakibatkan seorang pemuda Palestina tewas. Ia mengatakan, “Sekali lagi, para pemukim mengadakan ‘tur’ untuk menunjukkan kehadiran mereka di sebuah desa Palestina tanpa koordinasi dengan militer Israel. Akibatnya adalah kembali terjadi eskalasi cepat menuju bentrokan keras dan sebuah insiden berdarah.” Pernyataan tersebut juga dilaporkan oleh media Israel News1 pada 21 Agustus 2026.

Kariv menyerukan kepada militer Israel agar mencegah warga Israel yang melakukan kunjungan atau tur memasuki desa-desa Palestina. Ia juga mengklaim bahwa para komandan militer telah memperingatkan kepemimpinan politik mengenai situasi yang berkembang di wilayah tersebut.

Ia kemudian mengatakan, “Ketika Intifada Ketiga meletus di sini, peristiwa itu akan tercatat atas nama Netanyahu, Katz, dan Smotrich,” seraya menuduh ketiganya bukan hanya menciptakan kondisi yang dapat memicu ledakan kekerasan, tetapi juga memiliki kepentingan politik menjelang pemilu.

Peringatan Kariv muncul di tengah meningkatnya kekerasan di sekitar Hebron dan Tepi Barat bagian selatan. Pada 21 Agustus 2026, WAFA melaporkan bahwa lima warga Palestina terluka dalam serangkaian serangan pemukim Israel di wilayah selatan Hebron. Dalam salah satu insiden, pemukim menyerang rumah-rumah Palestina dengan batu, sementara sebuah ambulans Bulan Sabit Merah Palestina juga diserang dan kaca-kacanya pecah sehingga kendaraan tersebut tidak dapat segera mencapai korban. WAFA juga melaporkan pembakaran sejumlah kendaraan dan mesin di sebuah tempat pemotongan batu serta penahanan tujuh warga Palestina oleh pasukan Israel dalam rangkaian peristiwa yang sama.

Sehari kemudian, pada 22 Agustus, WAFA melaporkan bahwa seorang warga Palestina bernama Saeed al-Amour terluka setelah diserang oleh pemukim bersenjata di Khirbet al-Rakeez, kawasan Masafer Yatta, selatan Hebron. Menurut laporan tersebut, setelah serangan itu pasukan Israel memasuki rumah korban, melakukan penggeledahan, merusak sejumlah barang, dan menyita telepon keluarga. WAFA mengutip Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina yang mencatat 2.256 serangan terhadap warga Palestina, tanah dan properti mereka selama Juli 2026, terdiri atas 1.458 serangan oleh pasukan Israel dan 798 serangan oleh pemukim. Angka tersebut merupakan data dari lembaga Palestina dan karenanya sebaiknya diperlakukan sebagai statistik yang diklaim oleh lembaga tersebut.

Kekerasan di wilayah Hebron juga telah menimbulkan korban jiwa. Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR) melaporkan bahwa pada 21 Agustus, seorang anak Palestina tewas dan seorang lainnya terluka dalam serangan yang dilakukan puluhan pemukim terhadap rumah-rumah Palestina di timur laut desa Sa’ir, sebelah timur Hebron. Menurut investigasi awal PCHR, sekitar 100 pemukim berkumpul di wilayah tersebut sebelum bergerak menuju kawasan yang dihuni warga Palestina dan menyerang sebuah bengkel serta rumah-rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *