Al-Quds, Purna Warta – Menteri Keuangan Israel menyatakan bahwa Tepi Barat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Israel, dan mengklaim bahwa pemerintah Israel berencana mengeluarkan warga Palestina, baik dari Tepi Barat maupun dari Jalur Gaza.
Bezalel Smotrich, Menteri Keuangan Israel yang dikenal sebagai salah satu tokoh garis keras dalam kabinet Israel, kembali menyatakan bahwa ia bertekad untuk “menghapus identitas Palestina, menyita tanah-tanah mereka, serta mengusir mereka dari wilayahnya, baik di Tepi Barat maupun di Gaza.”
Sebagaimana dikutip oleh ISNA, Smotrich—yang kebijakannya telah menuai kecaman dari berbagai pihak di komunitas internasional—selanjutnya mengklaim:
“Tepi Barat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Israel dan merupakan kawasan keamanan bagi negara tersebut.”
Pada hari Senin sebelumnya, Smotrich juga menyebut para pemukim Israel di Tepi Barat sebagai “tulang punggung keamanan” Israel. Ia mengklaim:
“Tanpa mereka, kita akan menyaksikan peristiwa seperti 7 Oktober kembali terjadi di Kfar Saba.”
Dalam sebuah konferensi keamanan yang diselenggarakan oleh harian berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth bekerja sama dengan Institute for National Security Studies (INSS), Smotrich menyatakan:
“Saya berinvestasi di lahan-lahan pertanian (merujuk pada peternakan milik para pemukim) agar kita tidak menyaksikan ledakan bus di pusat Tel Aviv.”
Ia juga mengklaim bahwa:
“Kekerasan yang dilakukan para pemukim di Tepi Barat merupakan tingkat kekerasan yang paling rendah dalam masyarakat Israel. Apa yang terjadi di Tepi Barat hanyalah fenomena marginal, dan terdapat kampanye provokasi yang jelas terhadap mereka.”
Smotrich kemudian menyatakan bahwa Israel akan terus melanjutkan operasi militernya di Tepi Barat guna mencegah terulangnya serangan seperti yang terjadi pada 7 Oktober. Ia juga menuduh Otoritas Palestina mendorong terjadinya serangan tersebut.
Lebih lanjut ia mengatakan:
“Kami berupaya mencegah berdirinya sebuah negara yang memusuhi kami, dan pada saat yang sama kami terus membangun permukiman-permukiman baru.”
Mengenai Iran, Smotrich mengklaim:
“Mungkin kami telah mencapai 90 persen dari tujuan kami, tetapi belum 100 persen. Kami telah memperoleh hasil yang sangat baik di semua bidang, melakukan upaya yang sangat berat, dan membayar harga yang mahal. Ini adalah perang untuk mempertahankan eksistensi. Tidak ada pilihan lain. Israel tidak akan mengizinkan Iran memperoleh senjata nuklir.”


