Gaza, Purna Warta – Kantor Media Pemerintah Palestina di Jalur Gaza mengumumkan bahwa blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza kini semakin diperketat.
Menurut Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza pada Jumat menyatakan bahwa pengurangan bantuan kemanusiaan dan pasokan bahan bakar ke Jalur Gaza masih terus berlangsung, sementara blokade yang diberlakukan terhadap wilayah tersebut juga semakin diperkeras.
Dalam konteks yang sama, Hazem Qassem, juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), mengatakan bahwa seruan untuk memberikan tekanan terhadap Hamas merupakan upaya membenarkan peningkatan serangan rezim Israel dan memperketat blokade terhadap Jalur Gaza.
Juru bicara Hamas itu menegaskan bahwa pernyataan Nikolay Mladenov, perwakilan senior lembaga yang disebut “Dewan Perdamaian di Jalur Gaza”, mengenai peningkatan bantuan kemanusiaan bertentangan sepenuhnya dengan realitas di lapangan. Menurutnya, Israel masih terus memberlakukan pembatasan dan menjalankan kebijakan membuat rakyat Gaza kelaparan.
Qassem menambahkan bahwa Hamas tetap mematuhi komitmennya dalam perjanjian gencatan senjata meskipun rezim Zionis berulang kali melanggar kesepakatan tersebut.
Kementerian Kesehatan Gaza: Rumah Sakit Gaza Menghadapi Kekurangan Oksigen yang Parah
Dr. Ziad Al-Masri, konsultan anak dan neonatus di Kementerian Kesehatan Gaza, menyatakan bahwa perang genosida di Gaza telah berdampak sangat buruk terhadap kemampuan rumah sakit dalam menyediakan oksigen bagi bayi prematur dan bayi yang baru lahir.
Ia menjelaskan bahwa unit perawatan intensif neonatal saat ini bergantung pada tabung oksigen portabel akibat ancaman terus-menerus terhadap terganggunya pasokan oksigen. Konsultan anak dan neonatus tersebut menyebutkan bahwa Rumah Sakit Al-Hilu setiap hari menerima sekitar 14 bayi prematur dan bayi baru lahir.
Al-Masri mengatakan bahwa pada tahun lalu unit tersebut menangani hampir 4.000 bayi, angka yang meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa meningkatnya jumlah bayi prematur berkaitan dengan tekanan psikologis berat, malnutrisi, dan penyebaran penyakit di kalangan para ibu.
Serangan Drone Zionis terhadap Kendaraan Polisi di Gaza
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa dalam serangan drone rezim Zionis terhadap sebuah kendaraan polisi di Lapangan Al-Saftawi di utara Jalur Gaza, seorang anggota polisi mengalami luka-luka.
Perkembangan dari Media Internasional
Dalam beberapa bulan terakhir, organisasi-organisasi internasional termasuk badan-badan PBB berulang kali memperingatkan memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza akibat terbatasnya akses bantuan, bahan bakar, obat-obatan, dan peralatan medis. Banyak rumah sakit di Gaza disebut beroperasi di bawah kapasitas minimum karena kekurangan listrik dan kerusakan infrastruktur kesehatan.
Krisis bahan bakar menjadi salah satu masalah utama di Gaza karena pasokan energi dibutuhkan untuk mengoperasikan generator rumah sakit, fasilitas air bersih, dan sistem pendingin obat-obatan. Sejumlah rumah sakit sebelumnya telah memperingatkan bahwa penghentian pasokan bahan bakar dapat mengancam nyawa pasien di ruang ICU, ruang operasi, dan unit neonatal.
Laporan berbagai lembaga kemanusiaan juga menunjukkan meningkatnya kasus malnutrisi pada anak-anak dan ibu hamil di Gaza. Kondisi pengungsian berkepanjangan, keterbatasan makanan bergizi, dan minimnya layanan kesehatan menyebabkan meningkatnya risiko kelahiran prematur serta penyakit menular di kamp-kamp pengungsian.
Sementara itu, serangan udara dan drone Israel terhadap berbagai sasaran di Gaza masih terus berlangsung meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata. Berbagai pihak Palestina menuduh Israel melakukan pelanggaran harian terhadap kesepakatan tersebut melalui serangan udara, penembakan artileri, dan pembatasan bantuan kemanusiaan.
Di sisi lain, komunitas internasional terus menyerukan dibukanya jalur bantuan kemanusiaan secara penuh dan perlindungan terhadap fasilitas sipil, termasuk rumah sakit, ambulans, dan tempat pengungsian. Sejumlah organisasi hak asasi manusia juga memperingatkan bahwa kehancuran sistem kesehatan Gaza dapat memicu bencana kemanusiaan jangka panjang yang berdampak pada generasi mendatang.


