Netanyahu Bersumpah Hentikan Bantuan AS, Salahkan Media Sosial atas Menurunnya Dukungan Amerika terhadap Israel

Setan Nyahu

Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa dirinya berencana mengurangi bantuan keuangan Amerika Serikat kepada rezim Tel Aviv hingga nol dalam satu dekade mendatang. Ia juga menuduh platform media sosial telah “memanipulasi” opini publik Amerika terhadap Israel.

Baca juga: Kepala Militer Israel Peringatkan Krisis di Tengah Perang Multi-Front: ‘Kami Segera Membutuhkan Lebih Banyak Pasukan’

Dalam wawancara dengan program 60 Minutes yang ditayangkan Minggu, Netanyahu ditanya apakah sudah waktunya bagi rezim Israel untuk “meninjau ulang dan mungkin mengatur kembali” hubungan finansialnya dengan Washington.

“Tentu saja. Saya sudah mengatakan ini kepada Presiden Trump. Saya juga menyampaikannya kepada rakyat kami sendiri. Mereka terkejut,” klaim Netanyahu.

“Saya ingin menurunkan hingga nol dukungan finansial Amerika, yaitu komponen finansial dari kerja sama militer yang kami miliki,” kata Netanyahu, seraya menambahkan bahwa proses itu harus “dimulai sekarang” dan diselesaikan “dalam sepuluh tahun ke depan.”

Netanyahu mengakui bahwa dirinya menyadari menurunnya dukungan terhadap Israel di Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut muncul setelah survei terbaru Pew Research Center menunjukkan bahwa enam dari sepuluh warga Amerika memiliki pandangan sangat atau cukup negatif terhadap Israel, meningkat tujuh poin persentase dibanding tahun lalu dan hampir 20 poin sejak 2022.

Perdana Menteri Israel itu menolak anggapan bahwa perang yang disebut sebagai genosida di Gaza mungkin telah “berkontribusi terhadap citra negatif Israel,” dan justru menyalahkan media sosial atas perubahan opini tersebut.

“Israel sedang dikepung di front media, di front propaganda, dan kami tidak berhasil dalam perang propaganda,” ujarnya.

“Kami menghadapi beberapa negara yang pada dasarnya memanipulasi media sosial dengan bot farm dan alamat palsu untuk menghancurkan simpati rakyat Amerika terhadap Israel.”

Israel telah memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak 2007, yang membuat sekitar 2,4 juta penduduk wilayah itu berada di ambang kelaparan.

Militer Israel melancarkan ofensif besar-besaran ke Gaza pada Oktober 2023 yang menewaskan lebih dari 72.000 orang, melukai lebih dari 172.000 lainnya, serta menyebabkan kerusakan besar di seluruh wilayah yang terkepung tersebut.

Baca juga: Partai Demokrat AS Serukan Pengakuan atas Persediaan Nuklir Israel

Komentar Netanyahu muncul meskipun rezim Israel tetap menjadi penerima bantuan luar negeri terbesar dari Amerika Serikat sejak Perang Dunia II, dengan total lebih dari 300 miliar dolar AS bantuan ekonomi dan militer dari Washington sejak 1948.

Berdasarkan perjanjian sepuluh tahun yang ditandatangani pada 2016, Amerika Serikat berkomitmen memberikan bantuan militer sebesar 38 miliar dolar AS kepada Israel hingga 2028, termasuk 5 miliar dolar AS untuk sistem pertahanan rudal anti-udara yang disebut Iron Dome.

Secara keseluruhan, bantuan Amerika menyumbang sekitar 16 persen dari anggaran militer Israel.

Senator AS Bernie Sanders pada Maret lalu mengajukan tiga resolusi yang bertujuan memblokir penjualan senjata hampir senilai 660 juta dolar AS kepada Israel.

Ia menyatakan bahwa tiga perempat anggota Partai Demokrat dan dua pertiga pemilih independen menolak pengiriman senjata Amerika ke rezim Tel Aviv.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *