Media Zionis: Lebanon Telah Menjadi “Perangkap Mematikan” bagi Israel

Zionis media

Al-Quds, Purna Warta – Sebuah media Zionis menulis bahwa zona keamanan yang dibentuk tentara Israel di Lebanon telah berubah menjadi perangkap mematikan bagi para tentaranya, dan mereka yang bertempur di sana dianggap bertindak bodoh.

Menurut laporan surat kabar Zionis Maariv dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Alon Ben David menyebut bahwa “zona keamanan” yang diklaim tentara Israel dibentuk di Lebanon selatan untuk melindungi permukiman di wilayah utara, bukan hanya gagal mencapai tujuan yang diumumkan, tetapi juga berubah menjadi “perangkap mematikan” bagi para pemukim karena tidak mampu melindungi mereka dari drone dan rudal kelompok perlawanan.

Laporan tersebut menegaskan bahwa tentara rezim Zionis kembali mengulangi kesalahan historisnya. Penulis artikel itu menambahkan bahwa setiap hari muncul peringatan bahwa zona keamanan baru tersebut tidak dapat melindungi penduduk wilayah utara. Di seberang perbatasan, Hizbullah telah kembali menggunakan taktik perang gerilya yang tidak membutuhkan kekuatan besar, melainkan mengandalkan pemboman terus-menerus terhadap ribuan target yang ditempatkan tentara Israel.

Ia juga menambahkan bahwa zona keamanan baru itu tidak mampu memberikan perlindungan bagi penduduk wilayah utara dari rudal, drone, bahkan rudal anti-tank.

Ben David meyakini bahwa bencana di Lebanon selatan terjadi karena para komandan perang saat ini merupakan lulusan dari “jalur kebodohan” yang sama seperti pengalaman Israel di Lebanon pada dekade 1990-an.

Ia menambahkan bahwa Hizbullah sejak 35 tahun lalu telah berfokus pada perang psikologis. Slogan mereka adalah: “Luka pada seorang tentara membuat satu ibu menangis. Tetapi gambar luka itu membuat ribuan ibu menangis.” Menurutnya, penggunaan drone berbasis teknologi serat optik sangat sesuai dengan slogan tersebut. Senjata ini membuat seseorang merasa dirinya menjadi target secara langsung. “Ini bukan rudal yang mengenai Anda secara acak, tetapi sesuatu yang melihat Anda dan memilih Anda di antara target-target lain,” tulisnya.

Hizbullah-Zionis Dalam Sejarah

Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel meningkat tajam sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023. Hizbullah dan militer Israel hampir setiap hari terlibat baku tembak lintas batas, termasuk penggunaan drone bersenjata, rudal anti-tank, dan serangan udara. Wilayah Lebanon selatan menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik regional yang melibatkan kelompok-kelompok perlawanan yang didukung Iran.

Militer Israel sebelumnya pernah membentuk “zona keamanan” di Lebanon selatan antara tahun 1985 hingga 2000. Zona tersebut dimaksudkan untuk menciptakan wilayah penyangga guna melindungi wilayah utara Israel dari serangan kelompok perlawanan Lebanon. Namun keberadaan zona itu justru memicu perang gerilya berkepanjangan yang akhirnya memaksa Israel menarik pasukannya secara sepihak dari Lebanon pada tahun 2000 setelah mengalami kerugian besar.

Dalam beberapa bulan terakhir, media dan analis Israel berulang kali menyoroti meningkatnya efektivitas drone Hizbullah. Kelompok tersebut disebut mampu menggunakan drone pengintai dan serang dengan presisi lebih tinggi, termasuk teknologi komunikasi serat optik yang lebih sulit dilacak atau diganggu sistem peperangan elektronik Israel.

Sejumlah laporan keamanan Israel juga menyebut bahwa puluhan ribu warga di wilayah utara Israel terpaksa mengungsi sejak meningkatnya eskalasi dengan Hizbullah. Banyak permukiman di dekat perbatasan Lebanon mengalami gangguan aktivitas ekonomi dan pendidikan akibat ancaman serangan roket dan drone yang terus berlangsung.

Di pihak Lebanon, serangan udara Israel terhadap desa-desa di wilayah selatan telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, korban sipil, dan gelombang pengungsian internal. Pemerintah Lebanon dan berbagai organisasi internasional telah berulang kali memperingatkan bahwa perluasan konflik dapat memicu perang regional yang lebih luas di Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *