Mantan Kepala Mossad: Israel Tidak Memperoleh Keuntungan Apa Pun dari Serangan terhadap Iran

Rais Mosad

Al-Quds, Purna Warta – Mantan kepala badan intelijen Israel Mossad, Tamir Pardo, menyatakan bahwa ancaman terbesar yang dihadapi Israel bukanlah program nuklir Iran, melainkan tidak adanya batas wilayah yang jelas bagi negara tersebut.

Dalam wawancara dengan Channel 12 Israel pada hari Minggu, Pardo mengatakan:

“Ada masalah mendasar terkait Israel. Program nuklir Iran bukanlah ancaman utama; ancaman terbesar justru terletak pada tidak adanya batas wilayah yang jelas.”

Ia menambahkan:

“Ancaman terbesar bagi Israel adalah ketiadaan batas. Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak memiliki batas wilayah yang ditetapkan secara jelas. Ketiadaan batas teritorial berarti tidak adanya batas dalam berbagai aspek lainnya.”

Pardo menyerukan penyelenggaraan referendum nasional yang komprehensif untuk menyelesaikan persoalan perbatasan dan menyusun visi strategis jangka panjang bagi masa depan Israel hingga tahun 2048.

Mengenai konfrontasi dengan Iran, mantan kepala Mossad tersebut menyatakan bahwa “Israel tidak memperoleh pencapaian apa pun dari konfrontasi ini.” Ia menggambarkan serangan militer terhadap Iran dalam beberapa bulan terakhir sebagai langkah yang keliru dan berpotensi menghasilkan dampak yang berlawanan dengan tujuan yang diinginkan.

Menurut Pardo, tindakan tersebut dapat mendorong Iran untuk mempercepat upaya memperoleh kemampuan pencegahan strategis yang lebih besar.

Ia mengatakan:

“Orang-orang Iran mungkin hari ini, setelah serangan-serangan tersebut, sampai pada kesimpulan bahwa memiliki senjata nuklir adalah satu-satunya cara untuk mencegah serangan serupa terhadap mereka di masa depan.”

Pernyataan itu disampaikan di tengah perdebatan yang terus berkembang di Israel mengenai hasil konfrontasi terbaru dengan Iran serta dampaknya terhadap posisi strategis Tel Aviv di kawasan.

Sementara itu, Iran berulang kali menegaskan bahwa senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan dan militernya. Para pejabat Iran menyatakan bahwa program nuklir negara tersebut ditujukan untuk tujuan damai dan berada dalam kerangka penggunaan sipil.

Komentar Pardo menambah daftar tokoh keamanan dan politik Israel yang dalam beberapa pekan terakhir mengkritik hasil kebijakan pemerintah Benjamin Netanyahu. Sejumlah mantan pejabat dan analis Israel juga mempertanyakan manfaat strategis dari konfrontasi militer yang terjadi, dengan sebagian di antaranya berpendapat bahwa konflik tersebut tidak menghasilkan perubahan politik yang diharapkan di Iran dan justru memperkuat kohesi internal negara tersebut.

Pernyataan mantan kepala Mossad ini juga muncul di tengah berlangsungnya proses negosiasi antara Washington dan Tehran menyusul memorandum kesepahaman yang ditandatangani oleh Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang bertujuan mencapai penyelesaian jangka panjang terhadap berbagai isu keamanan dan politik di kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *