Israel Hayom: Tel Aviv Tetapkan Tiga Syarat untuk Penarikan dari Lebanon

Israel Hium

Al-Quds, Purna Warta – Di tengah keterkaitan antara perundingan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss dengan pembahasan mengenai masa depan kehadiran militer Israel serta pengaturan gencatan senjata di Lebanon, Israel tetap bersikeras pada sejumlah syarat yang dianggapnya sebagai prasyarat utama bagi setiap kemungkinan penarikan pasukannya dari Lebanon.

Menurut laporan surat kabar Israel Israel Hayom, Israel telah menetapkan tiga syarat yang disebut sebagai “persyaratan minimum” untuk setiap kemungkinan penarikan pasukan dari Lebanon selatan.

Berdasarkan laporan tersebut, syarat-syarat yang diajukan Israel meliputi:

  1. Penarikan seluruh pasukan Hizbullah ke utara Sungai Litani.
  2. Pembongkaran seluruh infrastruktur Hizbullah di wilayah selatan Sungai Litani.
  3. Jaminan atas apa yang disebut Israel sebagai “kebebasan bertindak penuh” bagi militernya untuk menghadapi setiap ancaman yang dianggap potensial.

Laporan itu menyebutkan bahwa Israel tetap bersikeras mempertahankan pasukannya di kawasan yang disebut sebagai “zona keamanan” di Lebanon selatan. Pada saat yang sama, Tel Aviv masih melakukan pembahasan dengan Amerika Serikat mengenai masa depan penempatan militernya di wilayah tersebut dalam kerangka memorandum kesepahaman antara Washington dan Tehran.

Menurut laporan tersebut, sejak akhir pekan lalu militer Israel telah menghentikan seluruh operasi tempurnya menyusul instruksi dari pimpinan politik. Akibatnya, militer saat ini tidak lagi melakukan operasi langsung terhadap sasaran yang mereka klaim sebagai infrastruktur Hizbullah di kawasan Ali al-Taher.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa setelah operasi di wilayah Ali al-Taher selesai, militer Israel kemungkinan akan merekomendasikan kepada pimpinan politik untuk melakukan penataan ulang pasukan dan memperkuat posisi-posisi militer di sepanjang wilayah yang mereka sebut sebagai “Garis Kuning” (Yellow Line).

Menurut sumber-sumber politik dan keamanan Israel yang dikutip laporan tersebut, setiap kemungkinan penarikan atau penempatan ulang pasukan harus menjadi bagian dari perundingan yang sedang berlangsung antara Israel dan Lebanon dengan dukungan Amerika Serikat di Washington.

Selain itu, laporan tersebut menyatakan bahwa Tel Aviv juga terbuka untuk membahas penyerahan beberapa wilayah tertentu yang saat ini berada di bawah kendali militernya kepada Angkatan Bersenjata Lebanon sebagai “zona uji coba”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *