Al-Quds, Purna Warta – Media melaporkan bahwa Israel kembali melancarkan serangan ke Lebanon serta meningkatkan intensitas bentrokan di wilayah perbatasan selatan negara itu, yang dinilai sebagai kelanjutan dari pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata.
Baca juga: CNN: Upacara Pemakaman Pemimpin Iran Disebut Mengirim Pesan Menantang kepada Trump
Menurut laporan Kantor Berita Al Mayadeen, Israel melancarkan gelombang baru serangan terhadap sejumlah wilayah di Lebanon selatan.
Berdasarkan laporan tersebut, militer Israel melakukan serangan udara berskala besar dengan menggunakan pesawat tempur dan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan berbagai kawasan di Lebanon selatan, sehingga kembali melanggar gencatan senjata yang berlaku. Bersamaan dengan serangan tersebut, muncul laporan mengenai sejumlah ledakan yang dilakukan secara terarah oleh militer Israel, serta informasi bahwa beberapa personel militer Israel mengalami luka-luka di front Lebanon selatan.
Menurut laporan yang diterima, pesawat tempur dan drone militer Israel melancarkan serangan berat ke wilayah Baraachit di Distrik Bint Jbeil, serta kawasan Nabatieh al-Fawqa.
Pada saat yang sama, sejumlah laporan menyebutkan terjadinya ledakan besar di kawasan Beit Yahoun, yang kemudian diikuti operasi penyisiran dan penembakan secara intensif oleh pasukan darat Israel di wilayah tersebut.
Dalam perkembangan lain, koresponden Al Mayadeen mengonfirmasi bahwa pasukan Israel melaksanakan operasi peledakan terarah di kota Kounine.
Baca juga: Terungkapnya Dugaan Kerugian Besar Israel di Haifa; Pertarungan Narasi Terus Berlanjut
Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah mulai berlaku pada 27 November 2024 setelah dimediasi oleh Amerika Serikat dan Prancis. Kesepakatan tersebut mengharuskan penghentian permusuhan, penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan, serta penempatan Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) bersama Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) untuk menjaga keamanan di wilayah selatan Sungai Litani.
Meski gencatan senjata telah diberlakukan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UNIFIL berulang kali menyatakan keprihatinannya atas masih berlanjutnya serangan militer Israel di Lebanon selatan. UNIFIL secara konsisten menyerukan semua pihak agar menahan diri dan mematuhi sepenuhnya ketentuan gencatan senjata, mengingat setiap pelanggaran berpotensi memicu eskalasi baru di sepanjang perbatasan Israel–Lebanon.


