Israel Paksa Keluarga Palestina di Tepi Barat Bongkar Makam Anak Mereka dan Pindahkan Jenazah

tepi barat 2

Al-Quds, Purna Warta – Pasukan Israel memaksa sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Tepi Barat untuk membongkar makam putra mereka pada malam hari dan memindahkan jenazahnya ke lokasi lain, di tengah meningkatnya kekerasan rezim Tel Aviv terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan tersebut.

Baca juga: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 20 Warga Sipil Lagi

Kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengutip sumber-sumber lokal melaporkan bahwa keluarga Palestina di Jenin dipaksa membuka makam dan memindahkan jenazah ke tempat lain dengan dalih lemah bahwa pemakaman tersebut terlalu dekat dengan permukiman ilegal Israel.

Mereka menambahkan bahwa “pasukan pendudukan mulai menggali makam seseorang yang dimakamkan sebelumnya pada hari itu di pemakaman desa Asasa sebagai persiapan untuk membongkar jenazahnya.”

Pasukan pendudukan kemudian tiba dan memaksa keluarga tersebut untuk membongkar makam, memindahkan jenazah, dan menguburkannya kembali di lokasi lain dengan alasan makam itu berada dekat dengan permukiman Tarsala, yang sebelumnya dikenal sebagai Sanur, dekat kota Jaba’ di selatan Jenin.

WAFA melaporkan bahwa pejabat Israel telah mengembalikan para pemukim ke bangunan ilegal yang dibangun di atas tanah milik kota Jaba’ pada April lalu, lebih dari 20 tahun setelah wilayah itu dikosongkan pada 2005.

Di bawah kepemimpinan mantan perdana menteri Israel, Ariel Sharon, dan setelah serangkaian kekalahan militer, Israel menarik diri dari permukiman di Jalur Gaza dan sejumlah permukiman lain di Tepi Barat, termasuk Sanur, pada tahun 2005 sebagai bagian dari rencana sepihak yang saat itu dikenal sebagai “rencana pelepasan” (disengagement plan).

Sejak saat itu, para pemukim Israel dan pasukan pendudukan berulang kali menyerbu kota Jaba’ dan Silat ad-Dhahr di wilayah Jenin serta melakukan serangan terhadap para penduduk.

Sementara itu, militer Israel telah mengeluarkan perintah pembongkaran terhadap sejumlah toko di jalan Jenin–Nablus milik warga Jaba’ dengan alasan lokasinya terlalu dekat dengan permukiman tersebut.

Pada 29 April, otoritas Israel menyetujui pembangunan 126 unit permukiman ilegal di Jenin.

Tepi Barat yang diduduki, termasuk Al-Quds Timur, mengalami peningkatan serangan militer Israel, termasuk penggerebekan, penculikan, penembakan, dan penggunaan kekuatan berlebihan, disertai meningkatnya serangan para pemukim ilegal terhadap warga Palestina dan harta benda mereka.

Baca juga: Delegasi Palestina Peringatkan Uni Eropa: Israel Menjadi Ancaman Serius bagi Umat Kristen di Gaza

Menurut data resmi Palestina, serangan pasukan dan pemukim Israel telah menewaskan sedikitnya 1.155 warga Palestina, melukai sekitar 11.750 orang, dan menyebabkan hampir 22.000 orang diculik sejak dimulainya perang genosida di Gaza pada Oktober 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *