Israel Berikan Bantuan Intelijen kepada Arab Saudi terkait Pergerakan dan Posisi Pasukan Yaman

Israel Saudi

Al-Quds, Purna Warta – Kalangan Israel sangat khawatir melihat Arab Saudi berada dalam posisi yang sangat lemah dalam menghadapi pasukan Yaman.

Channel 12 televisi rezim Zionis melaporkan meningkatnya kekhawatiran di Israel mengenai situasi Arab Saudi dalam menghadapi pasukan pemerintah Sanaa. Stasiun televisi tersebut menyatakan bahwa Riyadh menghadapi situasi yang sulit dalam menyikapi perkembangan di Yaman.

Dalam laporannya mengenai perkembangan terbaru di Yaman, stasiun televisi tersebut menyatakan bahwa “terdapat kekhawatiran yang sangat besar di Israel mengenai kelemahan yang ditunjukkan Arab Saudi dalam pertempurannya melawan Houthi.” Menurut laporan tersebut, perkembangan di lapangan belakangan ini membuat badan-badan keamanan Israel semakin cermat memantau kondisi Arab Saudi dan kemampuan negara tersebut dalam menghadapi ancaman dari Yaman.

Channel 12 juga melaporkan bahwa Arab Saudi berupaya memperoleh bantuan intelijen dan keamanan dari Israel untuk menghadapi pasukan pemerintah Sanaa. Menurut laporan tersebut, kontak antara kedua pihak telah berlangsung melalui mediasi Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), dan Israel telah memberikan informasi kepada Arab Saudi mengenai pergerakan dan posisi pasukan pemerintah Sanaa.

Channel 12, dengan mengutip seorang pejabat Saudi yang dekat dengan keluarga kerajaan, melaporkan bahwa situasi bagi Arab Saudi menjadi “lebih sulit dibandingkan sebelumnya.” Pejabat Saudi tersebut mengatakan bahwa Riyadh secara bersamaan menghadapi beberapa front keamanan, sementara di wilayah selatan, pasukan pemerintah Sanaa telah mampu meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi.

Pejabat Saudi itu juga mengatakan, “Kemajuan Houthi dan tidak adanya keputusan tegas dari Amerika Serikat telah memungkinkan mereka memperluas jangkauan kekuatan dan aktivitas mereka.”

Channel 12 melaporkan bahwa kekhawatiran utama Arab Saudi tidak hanya terbatas pada serangan langsung. Kondisi di Bab al-Mandab, keamanan pelayaran, dan pengiriman minyak juga telah menjadi salah satu kekhawatiran utama Riyadh. Menurut laporan tersebut, meningkatnya tekanan terhadap jalur-jalur laut dan kemungkinan meluasnya serangan terhadap sasaran-sasaran di wilayah pedalaman Arab Saudi telah meningkatkan kekhawatiran keamanan negara tersebut.

Channel 12 kemudian membahas perselisihan antara Riyadh dan Washington. Dengan mengutip seorang pejabat Saudi, stasiun televisi tersebut melaporkan bahwa di Arab Saudi terdapat ketidakpuasan terhadap keengganan Amerika Serikat untuk terlibat secara langsung dalam perang melawan pasukan Yaman. Pejabat tersebut mengatakan bahwa kerja sama intelijen antara kedua pihak telah dimulai, tetapi Amerika Serikat sejauh ini belum menyetujui pelaksanaan serangan langsung dan bersama terhadap pasukan pemerintah Sanaa.

Pejabat Saudi tersebut juga mengkritik Pakistan dan Turki dengan mengatakan bahwa Arab Saudi sejauh ini lebih banyak menerima pernyataan dukungan dari kedua negara tersebut, sementara dalam praktiknya belum ada kerja sama yang signifikan dari mereka.

Pada akhir laporannya, Channel 12 menegaskan bahwa situasi saat ini membuat Arab Saudi semakin bergantung pada dukungan asing. Perkembangan di Yaman, khususnya situasi di Bab al-Mandab, telah menjadi salah satu kekhawatiran keamanan penting bagi Riyadh dan Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *