Israel Akui Tentara Tembak Mati Warga Palestina di Lokasi Distribusi Bantuan Gaza

Palestinian 2

Gaza, Purna Warta – Militer Israel akhirnya mengakui bahwa warga sipil Palestina ditembak mati oleh tentara di lokasi distribusi bantuan di Jalur Gaza.

Seorang juru bicara militer Israel pada Senin (30/6) mengaku bahwa warga Palestina “telah menjadi korban” dan insiden tersebut saat ini “sedang diselidiki oleh otoritas yang berwenang.”

Baca juga: Puluhan Serikat Buruh Dunia Desak Penghentian Agresi Israel di Gaza

Sebelumnya, laporan dari surat kabar Israel Haaretz mengungkap bahwa tentara Israel diperintahkan untuk menembaki kerumunan warga tak bersenjata di dekat lokasi distribusi makanan di Gaza, meskipun tidak ada ancaman apapun.

Selama sebulan terakhir, ratusan warga Palestina telah tewas di sekitar area distribusi bantuan makanan.

Menurut PBB, sekitar 600 warga Palestina terbunuh ketika mencoba mendapatkan bantuan makanan di bawah mekanisme distribusi bantuan yang disusun oleh Amerika Serikat dan Israel.

AS dan Israel telah meluncurkan skema baru bernama “Gaza Humanitarian Foundation (GHF)” untuk mendistribusikan bantuan di Gaza, dengan tujuan mengabaikan struktur bantuan internasional yang sudah ada.

Namun, PBB dan berbagai lembaga kemanusiaan yang beroperasi di Gaza menolak bekerja sama dengan rencana tersebut. Mereka menilai inisiatif itu bertujuan untuk mengontrol suplai kebutuhan hidup sebagai alat tekanan terhadap rakyat Palestina.

Lembaga-lembaga bantuan juga memperingatkan bahwa Gaza hampir berada di ambang kelaparan total akibat blokade dan serangan yang terus berlangsung.

Kelompok-kelompok perlawanan Palestina menegaskan bahwa strategi distribusi bantuan yang didukung AS ini adalah bagian dari upaya Israel untuk “mempercepat kejahatan pemindahan paksa dan pembersihan etnis terhadap warga Palestina.”

Sejak Senin pagi, pasukan Israel telah membunuh setidaknya 80 warga Palestina di seluruh Gaza.

Salah satu serangan menyasar tenda-tenda pengungsi di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Gaza Tengah, menyebabkan sedikitnya 50 orang luka-luka.

Baca juga: Media Zionis: Pemuda Barat Banyak Masuk Islam Sejak Penyerangan Gaza

Tim media dari Press TV yang sedang meliput di Gaza juga hampir menjadi korban serangan di area yang sama. Mereka sebelumnya telah mengungsi ke sana dari Khan Yunis demi menghindari serangan yang semakin membabi buta.

Di Gaza Utara, militer Israel juga meningkatkan serangan, menembaki beberapa distrik dan membom setidaknya empat sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *