Puluhan Serikat Buruh Dunia Desak Penghentian Agresi Israel di Gaza

Dozen

Gaza, Purna Warta – Lebih dari 52 federasi serikat buruh global dan Arab, yang mewakili organisasi pekerja utama di berbagai benua, menuntut penghentian segera agresi Israel di Gaza dan menyerukan dukungan bagi hak-hak pekerja Palestina.

Baca juga: Media Zionis: Pemuda Barat Banyak Masuk Islam Sejak Penyerangan Gaza

Sekretaris Jenderal Palestinian General Federation of Trade Unions (PGFTU), Shaher Saad, pada Senin (30/6) menyambut baik pernyataan bersama tersebut, yang disebutnya sebagai ungkapan solidaritas buruh global yang sangat kuat.

Saad menyoroti dampak bencana dari perang Israel yang terus berlangsung, mencatat bahwa lebih dari 507.000 pekerja Palestina telah kehilangan mata pencaharian mereka, menjadikannya salah satu krisis kemanusiaan dan ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

Serikat-serikat buruh mengecam kehancuran di Gaza, di mana seluruh lingkungan hancur rata dengan tanah dan para pekerja dibunuh saat berjuang untuk bertahan hidup.

Mereka menggambarkan situasi ini bukan sekadar perang, melainkan sebuah upaya sistematis untuk memusnahkan seluruh populasi. Dalam pernyataan itu, mereka sepenuhnya menyalahkan rezim Israel atas kekejaman ini.

Serikat-serikat buruh dunia menuntut:
Gencatan senjata segera dan menyeluruh.

Pembukaan permanen semua perbatasan Gaza untuk memastikan masuknya bantuan kemanusiaan dan medis tanpa hambatan.

Penghentian ekspor senjata ke Israel.

Penghentian penggunaan blokade dan kelaparan sebagai senjata perang.

Dicabutnya pembatasan terhadap barang-barang esensial, pasokan medis, dan bahan bakar.

Kompensasi bagi komunitas yang terdampak dan percepatan rekonstruksi Gaza.

Pembebasan semua tahanan dan sandera.

Mereka juga menekankan perlunya penegakan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, termasuk pembentukan negara Palestina yang merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur (al-Quds) sebagai ibu kotanya.

Serikat-serikat ini secara tegas menolak kebijakan permukiman ilegal dan aneksasi Israel yang menghancurkan upaya perdamaian.

Pernyataan itu juga menyoroti meningkatnya kekerasan terhadap pekerja Palestina di Tepi Barat, termasuk serangan oleh pemukim, perampasan tanah, diskriminasi, dan penghinaan sehari-hari, yang mereka sebut sebagai bentuk apartheid dan pembersihan etnis yang dibiarkan terus berlangsung akibat tidak adanya akuntabilitas internasional.

Baca juga: Berapa Bayaran yang Diberikan Rezim Zionis untuk Menghancurkan Setiap Rumah di Gaza?

Penandatangan pernyataan ini termasuk serikat-serikat buruh besar dari berbagai negara di seluruh dunia.

Shaher Saad menyerukan kepada gerakan buruh global untuk meningkatkan tekanan pada pemerintah masing-masing, serta memperluas kampanye solidaritas demi mendukung hak-hak rakyat Palestina untuk hidup, bermartabat, bekerja, dan menentukan nasib sendiri menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Sejak Israel memulai kampanye genosida di Gaza pada 7 Oktober 2023, telah tercatat lebih dari 56.530 warga Palestina tewas, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *