Al-Quds, Purna Warta – Pada hari Minggu, surat kabar Haaretz melaporkan bahwa militer Israel telah mempekerjakan kontraktor swasta untuk menghancurkan rumah-rumah Palestina di Gaza. Mengutip dari Pars Today, seorang tentara Israel yang bertugas di Gaza mengatakan:
Baca juga: Israel Perintahkan Pembongkaran Lebih dari 100 Bangunan Palestina di Kamp Tepi Barat
“Setiap kontraktor swasta yang beroperasi di Gaza dengan peralatan teknik menerima 5.000 shekel (sekitar 1.500 dolar AS) untuk setiap rumah yang dihancurkan. Mereka menghasilkan banyak uang dari ini.”
Tentara itu menambahkan,
“Kalau kontraktor gagal menghancurkan sebuah rumah, itu berarti mereka mengalami kerugian finansial. Karena itu, militer Israel harus memastikan keamanan operasional mereka di lapangan.”
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa demi mendapatkan tambahan bayaran 5.000 shekel, para kontraktor ini, bersama dengan pasukan keamanan, sering menempatkan diri di dekat titik-titik distribusi bantuan untuk warga Gaza atau di sepanjang jalur yang dilalui truk-truk bantuan.
Mereka lalu menembaki warga Palestina yang sedang mengantri bantuan untuk ‘membersihkan jalan’ menuju target rumah-rumah Palestina yang akan dihancurkan.
Baca juga: Jeremy Corbyn Kecam Putusan Pengadilan atas Ekspor Suku Cadang F-35 Buatan Inggris ke Israel
Laporan ini muncul di tengah situasi di mana rezim Zionis dalam beberapa bulan terakhir terus melakukan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza, menyebabkan kehancuran infrastruktur secara luas dan jatuhnya banyak korban sipil.
Berbagai organisasi internasional berulang kali memperingatkan tentang krisis kemanusiaan di Gaza, serta menyerukan penghentian blokade dan serangan brutal yang dilakukan oleh rezim Zionis.


