Al-Quds, Purna Warta – Situs berita Arab 48 melaporkan bahwa gerakan Hamas akan menggelar pemilihan internal di Jalur Gaza pekan depan untuk memilih ketua biro politiknya di wilayah tersebut. Ali al-Amoudi, yang sebelumnya merupakan salah satu tokoh dekat Yahya Sinwar, disebut sebagai kandidat paling kuat untuk menggantikan Khalil al-Hayya, yang telah terpilih sebagai ketua gerakan tersebut.
Menurut Arab 48 dengan mengutip sumber-sumber yang dekat dengan Hamas yang menyebut Ali al-Amoudi sebagai kandidat paling kuat untuk menggantikan Khalil al-Hayya sebagai ketua biro politik Hamas di Jalur Gaza.
Khalil al-Hayya terpilih sebagai ketua biro politik Hamas pada Juli setelah bersaing dengan Khaled Mashal.
Sumber-sumber tersebut menilai bahwa jika terpilihnya Ali al-Amoudi sebagai ketua biro politik Hamas di Jalur Gaza dikukuhkan, hal itu akan menjadi indikasi penting mengenai arah yang hendak ditempuh kepemimpinan Hamas di Gaza pada periode mendatang.
Laporan tersebut menyebut bahwa al-Amoudi merupakan salah satu pemimpin Hamas yang dekat dengan Yahya Sinwar, mantan ketua biro politik Hamas. Yahya Sinwar tewas dalam operasi militer Israel pada Oktober 2024 setelah diburu di Rafah.
Menurut Arab 48, sejumlah sumber di Hamas menegaskan bahwa al-Amoudi juga muncul sebagai salah satu pendukung pendekatan politik yang lebih pragmatis pada periode pascaperang di Gaza.
Berdasarkan laporan tersebut, al-Amoudi juga termasuk salah satu tokoh berpengaruh di Hamas yang di tingkat internal berupaya mendorong penerimaan peta jalan Nikolay Mladenov, utusan senior dari apa yang disebut sebagai Dewan Perdamaian Gaza.
Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa ia mendukung penguatan jalur politik Hamas, termasuk partisipasi dalam pemilihan legislatif Palestina yang dijadwalkan berlangsung pada November.
Menurut Arab 48, al-Amoudi turut berperan dalam mendukung tercapainya kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 2025 yang dirundingkan di Sharm el-Sheikh, Mesir.
Berdasarkan struktur kepemimpinan internal Hamas, gerakan tersebut setiap empat tahun memilih seorang ketua biro politik untuk Jalur Gaza dan seorang ketua lainnya untuk biro-biro politiknya di dalam dan di luar wilayah Palestina.
Hamas membagi struktur organisasinya ke dalam tiga wilayah utama, yaitu Jalur Gaza, Tepi Barat, dan wilayah luar Palestina.
Pada 20 Juli (29 Tir 1405), Hamas mengumumkan terpilihnya Khalil al-Hayya sebagai ketua biro politik sekaligus pengganti Yahya Sinwar.
Hossam Badran, anggota biro politik Hamas, pada Rabu lalu menyatakan bahwa gerakannya akan berpartisipasi dalam pemilihan umum Palestina dalam kerangka koalisi nasional seluas mungkin.
Seraya menyatakan bahwa “Hamas memandang pemilu sebagai cara terbaik dan paling tepat untuk menata kembali kondisi Palestina,” ia menambahkan, “Kami tidak akan memberikan kesempatan kepada pihak mana pun untuk merekayasa ulang dan merancang kembali sistem politik nasional Palestina tanpa keputusan rakyat Palestina dan tanpa melibatkan Hamas.”
Badran menyebut pemilu tersebut sebagai kesempatan bersejarah untuk mengubah kondisi Palestina dan mengakhiri monopoli pengambilan keputusan nasional yang telah berlangsung selama dua dekade. Namun, ia juga mengkritik mekanisme dan waktu pelaksanaan pemilu tersebut serta menilai bahwa penetapan waktunya dilakukan tanpa konsensus nasional.


