Gelombang Eksodus dari Wilayah Pendudukan Kian Meningkat; 150 Ribu Warga Israel Pergi dalam 3 Tahun

Mauj

Al-Quds, Purna Warta – Data menunjukkan bahwa sekitar 150 ribu warga Israel telah meninggalkan wilayah pendudukan tersebut dalam kurun 2023 hingga 2026 karena berbagai alasan, terutama faktor keamanan dan ekonomi.

Menurut laporan Financial Times, sekitar 150 ribu warga Israel telah meninggalkan Israel selama tiga tahun terakhir. Tren ini menyebabkan neraca migrasi bersih Israel menjadi negatif pada 2023 dan 2024, dan kemungkinan kondisi serupa juga berlanjut pada tahun berikutnya.

Sejumlah kajian memperkirakan sekitar 100 ribu orang meninggalkan Israel pada 2023 dan 2024, sementara 45 hingga 50 ribu lainnya meninggalkan wilayah pendudukan tersebut pada 2025. Angka-angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahunan emigrasi pada tahun-tahun sebelumnya.

Krisis politik dalam negeri yang semakin memanas sejak awal 2023 menyusul rencana reformasi yudisial pemerintahan Benjamin Netanyahu, Operasi Badai Al-Aqsa dan perang setelahnya di Gaza, meningkatnya kekhawatiran terhadap perkembangan sosial dan politik, serta melonjaknya biaya hidup dan harga perumahan disebut sebagai sejumlah faktor yang mendorong peningkatan emigrasi.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah meningkatnya kepergian tenaga profesional dan pekerja terampil. Berdasarkan sebuah studi, tingkat emigrasi kelompok berpenghasilan tinggi, profesional teknologi tinggi, dokter, insinyur, serta pemegang gelar di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) hampir meningkat dua kali lipat. Tren ini berpotensi memberikan dampak serius terhadap perekonomian Israel, khususnya sektor teknologi, dan bahkan dapat memengaruhi kapasitas militernya.

Sergio DellaPergola, demografer sekaligus profesor di Universitas Ibrani, menggambarkan tren tersebut sebagai sesuatu yang “sangat luar biasa”, mengingat sejak berdirinya Israel, negara tersebut selalu mengandalkan kedatangan imigran dari luar negeri untuk mendukung pertumbuhan penduduknya.

Pemerintah Israel telah menyiapkan sejumlah insentif untuk mendorong para tenaga profesional kembali, termasuk insentif perpajakan. Namun, banyak warga yang telah meninggalkan Israel mengatakan bahwa kualitas hidup dan rasa aman yang lebih tinggi di Amerika Serikat dan Eropa membuat mereka kecil kemungkinan untuk kembali dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *