Gaza, Purna Warta – Tank dan jet tempur Israel gencarkan bombardir dan perang genosida di Kota Gaza, menewaskan sedikitnya 25 orang dan memicu gelombang pengungsian massal warga Palestina dari pusat perkotaan terbesar di wilayah tersebut. Sementara itu, empat tentara Israel tewas akibat ledakan bom.
Sumber medis menyebutkan, sejak Kamis pagi korban jiwa terus bertambah, dengan setidaknya 25 warga Palestina terbunuh di seluruh Gaza. Dari jumlah itu, 19 korban tewas di Kota Gaza, di mana tank dan jet Israel terus melancarkan serangan ketika militer memperhebat gempuran ke jantung kota.
Pemandangan antrean panjang pengungsi terlihat di jalanan menuju selatan, ada yang berjalan kaki, menggunakan kendaraan, hingga kereta keledai, membawa barang-barang seadanya, sementara asap tebal membumbung di atas kota. Menurut warga yang dikutip Reuters, tank-tank Israel ditempatkan di area yang dianggap sebagai pintu masuk menuju pusat kota.
“Ada tembakan artileri, serangan udara, tembakan dari quadcopter dan drone. Bom tidak pernah berhenti,” kata Aya Ahmed yang berlindung bersama 13 anggota keluarganya di Kota Gaza.
Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan lebih dari 60 orang terbunuh akibat serangan Israel pada Rabu.
Militer Israel pada Kamis menyatakan bahwa seorang perwira dan tiga tentara tewas ketika bom pinggir jalan meledak di Kota Rafah. Korban berasal dari Batalion Dekel, sementara tiga tentara lainnya, yang masih kadet dan kemudian secara anumerta dipromosikan menjadi letnan, juga terluka.
Pada Agustus lalu, kabinet perang Israel menyetujui rencana militer untuk menduduki Kota Gaza dan memperketat cengkeramannya atas wilayah yang diblokade tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menegaskan rezim Tel Aviv berniat “menguasai sepenuhnya” seluruh wilayah Palestina.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan empat warga Palestina, termasuk seorang anak, meninggal akibat kelaparan pada Kamis. Dengan demikian, jumlah korban tewas karena kelaparan sejak perang dimulai meningkat menjadi 435 orang, termasuk 147 anak-anak.
Baca juga: Selebritas Bersatu dalam Acara Penggalangan Dana Gaza Terbesar di Inggris
Sejak Rabu, internet dan saluran telepon di seluruh Gaza terputus setelah infrastruktur dan jalur komunikasi diserang pasukan Israel.
Perang genosida ini terus menuai kecaman internasional. Sebuah investigasi PBB menyatakan Israel telah melakukan “genosida” di Jalur Gaza, menuding Netanyahu dan pejabat senior lainnya menghasut kejahatan tersebut.
Sejak rezim Israel melancarkan kampanye genosida di Gaza pada Oktober 2023, tercatat 65.141 orang tewas dan 165.697 orang terluka, sebagian besar perempuan dan anak-anak.


