Bayang-Bayang Kekuatan Iran atas Tel Aviv; Netanyahu Menggelar Rapat di Bunker dan Diam-Diam Bertolak ke Amerika Serikat

netanyahu zz

Al-Quds, Purna Warta – Di tengah pemberitaan media-media Israel mengenai peningkatan langkah-langkah keamanan untuk melindungi para pejabat tinggi negara tersebut, seorang analis Zionis mengungkapkan bahwa kekhawatiran terhadap kemampuan Iran telah mendorong kabinet Israel menggelar rapat di sebuah bunker bawah tanah. Selain itu, perjalanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat juga dilakukan secara rahasia dengan pengamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Avi Ashkenazi, wartawan dan analis militer harian Israel Maariv, mengungkapkan bahwa Unit Perlindungan Pejabat pada Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shin Bet/Shabak), seiring semakin dekatnya pemilu, telah meningkatkan tingkat pengamanan secara signifikan. Perlindungan terhadap perdana menteri, sejumlah menteri, serta rapat-rapat kabinet kini menjadi prioritas utama.

Sebagaimana dikutip oleh IRNA, Ashkenazi menyatakan bahwa rapat kabinet Israel dua hari sebelumnya diselenggarakan di sebuah bunker bawah tanah. Langkah tersebut diambil karena adanya kekhawatiran bahwa seluruh peserta rapat berpotensi menjadi sasaran serangan.

Ashkenazi juga menulis bahwa Benjamin Netanyahu pada hari Senin meninggalkan wilayah pendudukan menuju Amerika Serikat dengan prosedur keamanan yang luar biasa ketat. Pesawat kepresidenan “Wing of Zion” (Sayap Zion), tidak seperti biasanya, lepas landas dari Pangkalan Udara Nevatim, bukan dari Bandara Ben Gurion.

Selain itu, informasi mengenai perjalanan tersebut baru diumumkan setelah pesawat berhasil mengudara. Kantor Perdana Menteri juga menunda publikasi pesan rutin Netanyahu yang biasanya disampaikan dari tangga pesawat hingga pesawat keluar dari wilayah udara Israel.

Analis tersebut mengutip pernyataan pejabat keamanan Israel yang menyebutkan bahwa Shin Bet mengantisipasi kemungkinan serangan terhadap simbol-simbol pemerintahan Israel. Menurut sumber-sumber tersebut, hal ini berkaitan dengan apa yang mereka sebut sebagai “perseteruan yang belum terselesaikan” antara kedua pihak.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Shin Bet mengklaim sedang memantau berbagai aktivitas yang mereka kaitkan dengan Iran, antara lain:

  • Dugaan upaya infiltrasi ke wilayah Israel.
  • Dugaan pengarahan terhadap pemukim Israel untuk melakukan tindakan yang merugikan rezim Zionis.
  • Pengumpulan informasi mengenai para menteri, politisi, serta komandan militer dan pejabat keamanan, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun.
  • Dugaan upaya merekrut warga Palestina dan warga Arab yang tinggal di wilayah Israel untuk melaksanakan operasi pembunuhan terhadap pejabat Israel.

Meski demikian, laporan tersebut menegaskan bahwa hingga siang hari sebelumnya, Shin Bet belum memiliki informasi intelijen yang spesifik mengenai adanya rencana pembunuhan terhadap perdana menteri atau pejabat lainnya. Namun, badan keamanan itu tetap menganggap kemungkinan adanya motivasi dari Iran untuk melakukan tindakan semacam itu sebagai sesuatu yang serius.

Ashkenazi juga melaporkan bahwa bersamaan dengan kunjungan Netanyahu ke Amerika Serikat, subkomite Knesset yang dipimpin oleh Boaz Bismuth mengadakan sidang khusus guna mengevaluasi kesiapan Shin Bet dalam menghadapi dugaan upaya Iran maupun aktor-aktor asing dan domestik lainnya yang dianggap berpotensi memengaruhi jalannya pemilu.

Ia mengkritik Bismuth karena dinilai hanya memusatkan perhatian pada perlindungan terhadap perdana menteri dan mengabaikan kandidat maupun partai politik lainnya. Menurut Ashkenazi, hal tersebut menunjukkan bahwa Bismuth bertindak sesuai dengan kepentingan Netanyahu.

Dalam sidang tersebut, Bismuth mengklaim bahwa Iran akan berupaya menjadikan pemilu Israel sebagai medan baru dalam konfrontasi, dan bahwa pemilu mendatang merupakan salah satu sasaran utama musuh-musuh Israel. Ia meminta lembaga-lembaga keamanan agar sepenuhnya siap menghadapi kemungkinan ancaman terhadap para pejabat terpilih, khususnya perdana menteri.

Ashkenazi selanjutnya menjelaskan bahwa Unit Perlindungan Tokoh Penting Shin Bet bertanggung jawab atas pengamanan tujuh pejabat tertinggi Israel, yaitu:

  • Presiden Israel,
  • Perdana Menteri,
  • Pemimpin oposisi,
  • Menteri Pertahanan,
  • Menteri Luar Negeri,
  • Ketua Knesset (Parlemen),
  • Ketua Mahkamah Agung.

Selain itu, anggota keluarga perdana menteri juga memperoleh perlindungan khusus dari unit tersebut.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar kandidat perdana menteri saat ini juga berada di bawah perlindungan Shin Bet. Namun, Gadi Eisenkot, yang menurut hasil jajak pendapat berada di posisi teratas, justru dijaga oleh perusahaan keamanan swasta yang dikontrak oleh partainya.

Di akhir artikelnya, Ashkenazi mengajukan sebuah pertanyaan:

“Apakah Shin Bet benar-benar mampu mengenali dan memahami tanda-tanda bahaya yang nyata?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *