Cina Umumkan Larangan Sementara Ekspor Helium Akibat Meningkatnya Ketegangan di Asia Barat

Cina

Beijing, Purna Warta – Cina telah mengumumkan larangan sementara terhadap ekspor helium akibat meningkatnya ketegangan di Asia Barat.

Larangan tersebut mulai berlaku segera setelah diumumkan dan disampaikan melalui pemberitahuan bersama yang dirilis pada hari Jumat oleh Kementerian Perdagangan dan Administrasi Umum Bea Cukai Cina.

Pemberitahuan itu menjelaskan bahwa larangan ekspor helium diberlakukan sesuai dengan Undang-Undang Perdagangan Luar Negeri Cina.

Pemberitahuan tersebut juga menyatakan bahwa perubahan atau kebijakan tambahan akan diumumkan secara terpisah.

Dengan memberlakukan larangan ekspor ini, pemerintah Cina bertujuan untuk mengamankan rantai pasok domestik di tengah meningkatnya ketegangan global.

Pakar perdagangan internasional mengatakan bahwa larangan ekspor oleh salah satu produsen utama dunia untuk berbagai barang dan komoditas penting yang digunakan di berbagai industri akan memengaruhi pasokan global serta harga.

Larangan sementara ekspor helium oleh Cina terjadi di tengah kembali memanasnya konflik militer di Asia Barat, yang dikhawatirkan dapat memicu kelangkaan baru helium, gas yang digunakan dalam industri elektronik, khususnya oleh produsen cip semikonduktor.

Helium merupakan komponen gas yang sangat penting dalam proses manufaktur semikonduktor.

Sebelumnya pada tahun ini, Cina juga mengumumkan larangan ekspor asam sulfat.

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, serta terhambatnya lalu lintas di Selat Hormuz, disebut telah memicu kelangkaan asam sulfat. Harga komoditas tersebut meningkat setelah pengiriman dari kawasan yang menyumbang sekitar seperempat produksi global sebagian besar terhenti sejak serangan militer dimulai pada 28 Februari.

Asam sulfat merupakan bahan kimia penting yang digunakan dalam produksi pupuk, pengolahan logam, dan pembuatan baterai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *