Santiago, Purna Warta – Seiring meningkatnya kecaman global terhadap perang berkelanjutan “Israel” di Jalur Gaza, kawasan Amerika Latin muncul sebagai salah satu wilayah yang paling vokal dalam menanggapi krisis ini secara diplomatik. Menurut laporan media Israel, tujuh negara di Amerika Latin telah mengambil tindakan resmi terhadap “Israel”, dengan tiga di antaranya memutuskan hubungan sepenuhnya.
Baca Juga : Rusia Akan Luncurkan 100+ Satelit untuk Kendali Drone
Chile Larang Perdagangan dan Penjualan Senjata
Presiden Chile Gabriel Boric mengumumkan pelarangan penjualan senjata dan kerja sama dagang dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di luar Garis Hijau, menuduh “Israel” melakukan pembersihan etnis. Hubungan diplomatik antara Chile dan “Israel” memburuk tajam menyusul langkah ini.
Sebelumnya, Chile telah menarik pulang duta besarnya, menarik atase militer, dan mendukung gugatan genosida terhadap “Israel” di Mahkamah Internasional (ICJ). Media Israel melaporkan bahwa Santiago mungkin akan segera memutuskan hubungan secara total.
Brasil Samakan Perang Gaza dengan Kejahatan Nazi
Awal 2024, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menciptakan kegemparan diplomatik dengan menyamakan tindakan militer “Israel” di Gaza dengan kekejaman Adolf Hitler, menyebutnya sebagai “genosida.”
Sebagai balasan, Menteri Luar Negeri Israel saat itu menyatakan Lula sebagai persona non grata. Brasil pun memanggil pulang duta besarnya dan belum mengirimnya kembali.
Baca Juga : Orbán Kecam Keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, Sebut Sebagai Ancaman Ekonomi bagi Eropa
Bolivia Putuskan Hubungan dan Gabung Gugatan Genosida
Bolivia secara resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan “Israel” tak lama setelah perang dimulai, serta bergabung dengan gugatan genosida yang diajukan Afrika Selatan di ICJ.
Menteri Luar Negeri Bolivia Celinda Sosa Lunda pada 10 Mei mengutuk blokade Israel terhadap Gaza dan mendesak agar bantuan kemanusiaan 90 ton dari Bolivia segera diizinkan masuk melalui perbatasan Rafah.
Kolombia Akhiri Hubungan dan Larang Ekspor Batu Bara
Presiden Kolombia Gustavo Petro juga mengumumkan pemutusan total hubungan diplomatik dengan “Israel” pada Mei 2024, menyatakan bahwa negaranya “tidak mendukung genosida.”
Bogotá kemudian melarang ekspor batu bara ke “Israel”, langkah penting mengingat Kolombia adalah pemasok utama. Sebelumnya, Kolombia telah menarik duta besarnya.
Baca Juga : Lebih dari 200 Narapidana Kabur dari Penjara Karachi Usai Gempa Rusak Tembok Penjara
Meksiko dan Nikaragua Serukan Tindakan Hukum
Meksiko secara resmi mendukung gugatan genosida terhadap “Israel” di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menyerukan gencatan senjata segera.
Sementara itu, Nikaragua telah memutuskan hubungan diplomatik dengan “Israel” sejak Oktober 2024, menyebut tindakannya sebagai “fasis” dan menuduhnya melakukan genosida.
Honduras Tarik Duta Besar
Kementerian Luar Negeri Honduras juga menarik duta besarnya untuk konsultasi sebagai protes terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional oleh “Israel” di Gaza.
Sebagian Negara Tetap Dekat dengan ‘Israel’
Meski terjadi gelombang protes regional, lima negara Amerika Latin—Argentina, Paraguay, Panama, Ekuador, dan Guatemala—masih mempertahankan hubungan erat dengan “Israel”. Presiden Argentina Javier Milei bahkan dijadwalkan mengunjungi “Israel” untuk membuka rute penerbangan langsung dan menandatangani kerja sama baru.
Baca Juga : India Mulai Alihkan Pembelian Alutsista ke Amerika Serikat
Ketegangan diplomatik ini mencerminkan perpecahan tajam di kawasan dan meningkatnya pengawasan internasional terhadap perang di Gaza, terutama seiring dengan semakin banyaknya korban sipil dan perkembangan kasus genosida di pengadilan internasional.


