India Mulai Alihkan Pembelian Alutsista ke Amerika Serikat

India Mulai Alihkan Pembelian Alutsista ke Amerika Serikat

New Delhi, Purna Warta India mulai mengalihkan strategi pengadaan alutsistanya dengan semakin banyak membeli peralatan militer dari Amerika Serikat, demikian disampaikan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, pada Selasa (3/6).

Berbicara dalam forum US-India Strategic Partnership Forum, Lutnick menyatakan bahwa langkah ini disambut hangat oleh Washington, karena dapat memperkuat kerja sama pertahanan antara kedua negara.

Baca Juga : Pria Turki di Inggris Didenda karena Bakar Al-Qur’an

“Saya melihat India mulai bergerak menuju pembelian peralatan militer dari Amerika Serikat, dan itu merupakan langkah besar,” ujar Lutnick.

Dari Moskow ke Washington

Perkembangan ini menjadi titik penting dalam hubungan pertahanan India-AS, mengingat India selama beberapa dekade terakhir sangat bergantung pada Rusia untuk pasokan senjata dan perlengkapan militernya.

Menurut Lutnick, pembelian senjata India dari Rusia sebelumnya kerap menimbulkan ketegangan dengan AS. Namun, ia menegaskan bahwa pendekatan dialog terbuka dan langsung telah membantu meredakan ketegangan tersebut.

“Itulah cara menuju hubungan positif—duduk bersama, bicara terus terang, dan selesaikan perbedaan secara langsung,” imbuhnya.

Baca Juga : AS Tarik 500 Tentara dari Suriah, Trump Dukung Perekrutan Eks Militan HTS

Strategi Baru Washington di Asia

Pergeseran India ini sejalan dengan strategi AS yang lebih luas untuk memperdalam hubungan militer dan strategis dengan New Delhi. Washington menggambarkan dirinya sebagai mitra pertahanan yang lebih andal dan transparan dibanding Moskow.

Lutnick secara terbuka mendesak India pada Maret lalu untuk mengurangi ketergantungan militernya pada Rusia, dan mulai menjajaki kerja sama yang lebih kuat dengan AS dalam hal pertahanan.

Pengadaan Drone dan Jet Tempur

Langkah konkret dari pergeseran ini terlihat pada 2023 lalu, ketika India dikabarkan siap membeli 31 drone tempur MQ-9B dari Amerika Serikat, menurut laporan Hindustan Times. Drone tersebut rencananya akan dibagi untuk Angkatan Laut (15 unit), Angkatan Darat (8 unit), dan Angkatan Udara (8 unit).

Nilai kontrak ini, termasuk biaya pemeliharaan, diperkirakan mencapai US$3 miliar (sekitar Rp49 triliun). Selain itu, India juga akan bekerja sama dengan AS dalam produksi mesin jet tempur.

Baca Juga : Pentagon Berencana Masukkan Greenland ke Wilayah Komando Utara AS

Arah Baru Hubungan Geopolitik

Pembelian ini menandai pergeseran signifikan dalam arah kebijakan luar negeri dan pertahanan India, serta mempertegas poros geopolitik baru antara New Delhi dan Washington. Kedua negara tampaknya semakin menempatkan kerja sama pertahanan sebagai pilar utama dalam kemitraan strategis jangka panjang mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *