Moscow, Purna Warta – Rusia berencana meluncurkan lebih dari 100 satelit untuk meningkatkan kendali terhadap sistem pesawat nirawak (UAS), sebagai bagian dari proyek antariksa nasional yang sedang berkembang. Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Roscosmos, Dmitry Bakanov, pada Selasa (4/6) dalam konferensi Digital Industry of Industrial Russia (CIPR) di Nizhny Novgorod.
“Kami akan meluncurkan jaringan satelit untuk mengendalikan UAS: total 102 ditambah satu wahana antariksa,” ujar Bakanov dalam presentasinya.
Tak hanya untuk kendali drone, proyek ini juga mencakup peluncuran 886 satelit internet broadband Rassvet dan 114 satelit penginderaan jauh Bumi, yang semuanya dirancang untuk memperluas kapabilitas teknologi antariksa Rusia.
Baca Juga : Orbán Kecam Keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, Sebut Sebagai Ancaman Ekonomi bagi Eropa
Forum Teknologi Internasional
Konferensi CIPR yang berlangsung dari 2–8 Juni di Nizhny Novgorod menjadi ajang penting kerja sama internasional di bidang industri dan teknologi. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari lebih dari 30 negara, termasuk China, India, Kuba, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Belarus.
Ambisi Rusia ke Bulan
Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia, Denis Manturov, sebelumnya telah menegaskan bahwa Rusia berkomitmen menjaga posisinya sebagai kekuatan utama dalam eksplorasi luar angkasa. Dalam forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) tahun lalu, ia menyatakan perlunya percepatan produksi dan peluncuran satelit untuk membentuk konstelasi orbit yang kompetitif.
“Sayangnya, kita bukan yang terdepan dalam hal konstelasi satelit komunikasi dan penginderaan jauh. Kita harus segera memproduksi dan meluncurkan satelit-satelit ini dalam jumlah besar,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta dalam pengembangan teknologi antariksa serta perlunya pembangunan stasiun orbit nasional sendiri.
Baca Juga : Lebih dari 200 Narapidana Kabur dari Penjara Karachi Usai Gempa Rusak Tembok Penjara
Selain itu, program luar angkasa Rusia mencakup misi berawak ke Bulan sebagai bagian dari rencana jangka panjang eksplorasi luar angkasa.


