Damaskus, Purna warta – Sumber-sumber pemberitaan Suriah melaporkan bahwa satu unit militer rezim Zionis telah menyerang dua desa di pinggiran Daraa, dan setelah memasuki desa-desa tersebut, pasukan Zionis ditempatkan di kawasan pemukiman penduduk.
Baca juga: Duri di Mata Zionis; Kisah Seorang Lelaki yang Mengubah Sejarah
Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa pasukan Zionis menangkap salah seorang warga setempat.
Di sisi lain, rezim Zionis kembali melanggar wilayah udara Suriah, dengan drone-nya memasuki langit Haudh al-Yarmouk dan pinggiran utara provinsi Daraa, menambah daftar panjang pelanggaran yang terus dilakukan di wilayah ini.
Bersamaan dengan itu, satu unit militer lapis baja Zionis yang terdiri dari sebuah buldoser, dua tank, dan sebuah kendaraan militer bergerak maju menuju bukit Abu Qubeis di pinggiran selatan Quneitra, Suriah.
Menurut laporan saksi mata, unit lapis baja tersebut kini ditempatkan di sebelah timur bukit, tepat di pintu masuk pos penjagaan bekas pemerintahan Suriah.
Sumber-sumber tersebut juga menambahkan bahwa pada hari Kamis, pasukan rezim Zionis telah menyusup ke Midan al-‘Alam di pinggiran tengah Quneitra, di mana mereka menggeledah para pejalan kaki dan mendirikan pos pemeriksaan di kawasan itu.
Baca juga: Hamas: Kejahatan Israel terhadap Jurnalis di Gaza Tidak Mengenal Kedaluwarsa
Perlu dicatat, sejak tumbangnya pemerintahan Suriah sebelumnya pada 8 Desember 2024, berbagai wilayah Suriah terus menjadi sasaran agresi berulang-ulang rezim Zionis. Selain serangan darat ke desa-desa di pinggiran Daraa, Quneitra, dan Damaskus, pasukan pendudukan juga berkali-kali menargetkan wilayah lain di Suriah.
Agresi berkelanjutan rezim Zionis terhadap Suriah ini berlangsung di tengah diamnya pemerintahan Julani, yang tetap melanjutkan perundingan dan hubungan terbuka dengan pihak pendudukan.


