Purna Warta – Ahmad Zaidabadi, seorang analis isu Palestina dan Timur Tengah menulis bahwa dalam konflik yang sedang berlangsung, Uni Emirat Arab memainkan peran yang memprovokasi untuk mendorong Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap Iran, dengan anggapan bahwa melemahkan Iran akan membuka jalan bagi ambisi regional mereka.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak
Ahmad Zaidabadi dalam catatan singkat berjudul “UEA dan meninggalkan tradisi Arab” menyatakan bahwa para pemimpin Uni Emirat Arab selama bertahun-tahun telah kehilangan keseimbangan dalam kebijakan luar negeri mereka.
Ia menilai bahwa dengan pemahaman yang keliru tentang kekuatan dan pengaruh, serta didorong oleh ambisi oportunistik, para pemimpin UEA telah menjalin hubungan erat dengan arus ekstrem dan rasis di Israel, serta para pendukungnya di Amerika Serikat. Dengan mengandalkan kekuatan militer pihak-pihak tersebut untuk meraih kekayaan dan pengaruh, mereka dinilai telah berpaling dari tradisi Arab yang paling luhur.
Zaidabadi menambahkan bahwa sementara negara seperti Arab Saudi masih mempertahankan sejumlah garis merah dalam normalisasi hubungan dengan pemerintahan Benjamin Netanyahu, UEA justru dianggap telah mengabaikan prinsip moral dan kemanusiaan dengan menjalin berbagai bentuk kerja sama dengan pemerintah Israel. Ia juga menuding bahwa UEA secara tidak langsung turut terlibat dalam kebijakan keras terhadap warga Palestina di Tepi Barat, bersama tokoh-tokoh seperti Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa UEA, karena merasa terhubung dengan kekuatan militer dan materi yang besar, telah menjadikan petualangan politik dan ekspansionisme sebagai prinsip utama kebijakan luar negerinya. Ia menunjuk pada peran UEA di Yaman dan Sudan sebagai contoh tindakan yang dinilai memperburuk ketidakstabilan.
Menurutnya, kebijakan UEA terhadap Iran—termasuk klaim berulang atas tiga pulau yang disengketakan dan upaya mencari dukungan kekuatan besar—merupakan bagian dari pendekatan konfrontatif tersebut.
Dalam konflik saat ini, ia menilai UEA menggunakan retorika yang sangat provokatif dan berperan sebagai pihak tidak langsung bagi Israel untuk mendorong AS melanjutkan tekanan terhadap Iran. Ia berpendapat bahwa UEA meyakini bahwa melemahkan Iran akan mempermudah ambisi regionalnya, khususnya terkait penguasaan pulau-pulau tersebut.
Baca juga: Data Terbaru Korban Tewas dan Luka Akibat Serangan Israel di Gaza
Di akhir tulisannya, Zaidabadi menyerukan kepada negara-negara Muslim dan Arab untuk memanfaatkan krisis saat ini guna menarik kembali UEA ke dalam barisan mereka, serta mencegah negara tersebut bertindak sejalan dengan agenda pemerintahan Netanyahu. Ia juga menekankan agar tidak dibiarkan adanya pengabaian terhadap hak-hak dasar rakyat Palestina maupun dampak terhadap negara-negara tetangga.


